Waspadai Radikalisme Terhadap Mahasiswa

Pencegahan Radikalisme

Jakarta – Gerakan mahasiswa tidak terlepas dari upaya kaderisasi kelompok intelektual. Mahasiswa sebagai agen baru dianggap mampu merubah pola gerakan. Merebaknya kelompok radikal di kalangan mahasiswa akibat indokrinasi ideologis. Gerakan radikalisme disebabkan faKtor ideology dan faktor non ideology seperti dendam, sakit hati, ketidakpercayaan dan lain sebagainya.

Muh. Fahrul Haeri, Mahasiswa jurusan Pendidikan IPS mengatakan paham radikalisme persoalan antar terorisme dan lain-lain sebagainya, tetapi segala sesuatu yang mengandung unsur kekerasan yang melatarbelakangi sama kayak ingin melakukan kudeta atau kamu kini merubah sistem negara dan tidak selamanya radikalisme itu berhubungan langsung dengan Islam saja.

“Kalau misalkan ada gerakan-gerakan dari kamu kamu ingin merubah sistem negaranya merubah menjadi sistem yang berlatar yang berlandaskan kitab-kitab Kristen ya itu juga termasuk radikalisme Dan orang-orang menganggap bahwa radikalisme itu dicap sebagai orang Islam teroris atau khilafah ya semuanya itu tidak selamanya benar karena mungkin ada juga gerakan-gerakan yang agama game online asalkan contoh di India mungkin ada radikalisme Hindu atau mungkin di negara-negara lain terhadap radikalisme yang Kristen dan tidak selamanya,” katanya.

Mahasiswa angkatan 2018 ini juga menambahkan bahwa sebaran aksi teror yang dilakukan oleh para kaum radikal itu kebanyakan berasal dari kaum intelektual dari lulusan lulusan S1 S2 bahkan ada sampai profesor yang menjadi yang terjangkit.

“Kebanyakan yang terjang mahasiswa yang terjangkit demam pemahaman radikalisme itu berasal dari mahasiswa mesin stek. seperti itu kalau dari hasil penelitian karena memang pemahaman mereka langsung menerima apa yang diberikan oleh gurunya ketika misalkan kita ingin mengkaji sesuatu ya kita harus juga melihat melihat kita juga analisis.” katanya.

Dalam pemahaman radikal, Radikalisme gerakan kalangan mahasiswa yang bercita-cita ingin melakukan perubahan besar dalam politik dengan cara kekerasan. Perguruan tinggi mudah menjadi target rekrutmen gerakan-gerakan radikal. ( Fikri )