Uskup Gereja Spanyol Dicopot

Ilustrasi.

Spanyol – Seorang uskup gereja Katolik di Solsona, Spanyol, harus kehilangan gelar kerohaniannya atau klerus usai menikahi perempuan penulis erotika.
Erotika merupakan karya sastra yang tema atau sifatnya berkenaan dengan nafsu kelamin atau keberahian. Karya tersebut bersebrangan dengan ajaran agama Katolik. Terlebih, sang penulis juga menggunakan pendekatan yang berbau ilmu gelap atau satanic.

Keuskupan Solsona mengeluarkan pernyataan pada akhir pekan lalu berisikan larangan bagi sang uskup, Xavier Novell Goma melayani sakraman dan terlibat dalam pengajaran aktif keagamaan.

Meski begitu, Novell masih bisa mempertahankan statusnya sebagai uskup.

“(Novell dilarang) melaksanakan hak dan fungsi yang melekat pada jabatan uskup,” kata pernyataan Keuskupan Solsona, Minggu (12/12).

Novell menggelar pernikahan secara sipil dengan Silvia Caballol pada 22 November lalu di Barcelona. Tindakan dia masuk dalam kategori terlarang sebagaimana tercantum pada Kanon 1394,1 Gereja Katolik.

“Seorang pendeta yang mencoba menikah, meskipun hanya secara sipil, harus ditangguhkan,” tulis hukum tersebut.

Pada 2010, Novell menjadi uskup termuda Spanyol di usia 41 tahun. Ia kemudian ditugaskan di Solsona, sebuah kota kecil di utara Barcelona di wilayah Catalonia timur laut Spanyol.

Novell menjadi salah satu uskup yang mendukung terapi konversi gay dan melakukan eksorsisme atau praktik mengusir setan serta roh jahat dari tubuh manusia.

Sementara itu, Caballol memulai karir sebagai novelis pada 2015.

Menurut situs web penerbit yang mengulas profilnya, Lacre, perempuan itu ahli soal psikologi klinis, seksologi dan yoga. Caballol juga dilaporkan mempelajari Katolik dan Islam.

Dalam situs itu, ia dinilai sebagai seseorang yang rindu untuk hidup sepenuhnya dan “pencari emosi dan sensasi baru.”

“(Caballol) penulis dinamis dan transgresif yang telah menempatkan dirinya di posisi aman di dunia sastra untuk membalikkan semua pertimbangan moral dan etika kita,” tulis Licre soal Caballol.

Salah satu novel Caballol berjudul “The Hell of Gabriel’s Lust.” membuat pembaca menyelami dunia psikopati, sekte, sadisme, kegilaan, ketidaknyataan, dan imoralitas.

Novel itu mengisahkan perjuangan antara kebaikan dan kejahatan, antara Tuhan dan Setan, dan antara malaikat dengan setan.

Baik Novell maupun Caballol belum mengeluarkan pernyataan mengenai penangguhan kekuasaan keuskupan Novell atau pernikahan mereka baru-baru ini. (Rendi)