UIN SMH Banten Gandeng BNPT Kolaborasi Cegah Radikalisme di Lingkungan Kampus

Rektor UIN SMH Banten dan Sekretaris Utama BNPT RI saat penandatangan perjanjian kerjasama atas kesepahaman tentang penanggulangan radikalisme dan terorisme di lingkungan kampus di gedung BNPT
Rektor UIN SMH Banten dan Sekretaris Utama BNPT RI saat penandatangan perjanjian kerjasama atas kesepahaman tentang penanggulangan radikalisme dan terorisme di lingkungan kampus di gedung BNPT

BANTEN – Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten (UIN SMH Banten) berkomitmen dalam mencegah radikalisme dan terorisme di lingkungan kampus.

Salah satunya bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI dalam bentuk kesepakatan kemitraan untuk mencapai kesepahaman dalam memerangi radikalisasi dan terorisme di lingkungan kampus.

Penandatangan nota kesepaham bersama antara UIN SMH Banten dan BNPT digelar di gedung BNPT, Jum’at 16 September 2022.

Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Utama BNPT RI Mayjen TNI Dedi Sambowo, S.IP, Rektor UIN SMH Banten Prof Dr H Wawan Wahyudin, M.Pd, Kepala Biro Kerjasama BNPT RI Bangbang Surono, Kepala Biro UMUM BNPT RI, Kabag Hukum dan Humas BNPT RI, Deputi Penindakan dan Pembinaan Kemampuan, Kepala Biro AUPK UIN Banten, Wakil Rektor II, Koordinator Humas dan Kerjasama, Kepala LP2M dan Kepala Internasional Office UIN Banten.

Rektor UIN SMH Banten Wawan Wahyudin sangat berharap kepada BNPT untuk bisa mewujudkan cita-cita emas negara Republik Indonesia yakni menjadi negara yang memiliki sikap toleransi yang tinggi dan terhindar dari radikalisme dan terorisme.

“Mari kita bekerjasama dalam menangani kasus paham radikalisme di ranah kampus, terkhusus di daerah Banten,” ujarnya menegaskan.

Dalam hal ini, Wawan menekankan poin tertentu yang harus dibenahi daerah Banten.

Pertama, tentang kualitas pendidikan, kedua, tentang UU Sisdiknas yang baru, dan ketiga, tentang keamanan dari ancaman penyebaran radikalisme.

Sekretaris utama BNPT RI Mayjen TNI Dedi Sambowo, S.IP juga menyanggupi dan memberikan pemahaman yang sama terkait radikalisme di tingkat perguruan tinggi.

“Selanjutnya kami berharap, kita bisa bersinergi dan berkolaborasi dalam mencegah radikalisme dan intoleran melalui Universitas Islam Negeri Banten,” harapnya.

Mayjen TNI Dedi Sambowo pun mengungkapkan data jumlah perguruan tinggi (PT) yang ada di Indonesia melalui data statisik tahun 2022 yakni sebanyak 3.115 PT.

“Dari data jumlah PT tersebut 90 persen adalah perguruan tinggi swasta, maka dari itu kami selaku BNPT ingin mengkoordinasikan, melaksanakan dan merumuskan kebijakan dan strategi penanggulangan terorisme yang di dalamnya berisi tentang kesiapsiagaan nasional untuk mencegah paham radikalisme,” jelasnya.

Oleh karena itu, BNPT sangat setuju dengan kerjasama yang dijalin oleh Universitas Islam Nasional Sultan Mullah Nahasandin Banten.

“Ini amat sangat tepat, jika berkolaborasi dengan perguruan tinggi di seluruh Indonesia baik perguruan tinggi negeri maupun swasta, hal ini sangat penting dilaksanakan saat ini karena anak-anak yang sedang kuliah saat ini menjadi aset negara yang nantinya akam menjadi penerus kita,” ujarnya menegaskan. ( RBY )