Donald Trump dan istrinya, Melania Trump, di hari terakhirnya menjabat sebagai presiden AS pada Desember 2020.

Jakarta – Mantan presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan pernyataan ambigu soal prediksinya bahwa China mungkin akan menyerang Taiwan pada 2022, terutama setelah Olimpiade Musim Dingin berlangsung.
Dalam sebuah wawancara dengan mantan anggota parelemen Inggris, Nigel Farage, Trump menyinggung sikap AS yang dinilainya membiarkan peningkatan agresi China terhadap Taiwan.

Trump bahkan berbicara sedikit kasar ketika menjelaskan opininya soal posisi AS dalam geopolitik global saat ini.

“Saya pikir (posisi AS) sekarang berada di titik terendah yang pernah ada. Saya tidak berpikir (AS) pernah dalam posisi seperti ini. Kita (AS) tidak dihormati lagi,” kata Trump.

Trump merasa AS tidak lagi dihormati di dunia, terutama setelah dirinya lengser dari Gedung Putih.

Politikus Partai Republik itu mengklaim hal itu terlihat dari perubahan perilaku China terhadap Taiwan sejak dirinya meninggalkan Gedung Putih.

“Saya beritahu Anda, tidak ada pesawat asing yang terbang di atas wilayah Taiwan dan nama (Taiwan) tidak pernah dibicarakan. Anda tidak membicarakan Taiwan ketika saya menjadi presiden. Apa yang terjadi saat ini tidak akan terjadi (saat saya menjadi peresiden),” ucap Trump seperti dikutip Sputnik pada Jumat (3/12).

Sejak Presiden Joe Biden-penerus Trump-menjabat di Gedung Putih, AS memang terlihat lebih vokal mendukung Taiwan hingga sering membuat China jengkel.

China pun semakin getol menunjukkan agresivitasnya terhadap Taiwan dengan menggelar latihan militer di dekat wilayah itu dan mengerahkan puluhan jet tempur ke zona udara Taiwan.

Isu Taiwan bahkan menjadi salah satu topik yang alot dibicarakan Biden dan Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan virtual beberapa waktu lalu.

Sementara itu, China masih menganggap Taiwan sebagai wilayah kedaulatannya yang membangkang karena berkeras ingin memerdekakan diri.

AS memang tidak memiliki hubungan resmi dengan Taiwan karena kebijakan Satu China, di mana seluruh negara yang memiliki hubungan dipolomatik dengan Beijing tak bisa menjalin relasi resmi dengan Taipei.

Namun, AS memiliki perjanjian bahwa Washington akan tetap membantu Taipei, terutama soal pertahanan, di bawah Taiwan Relation Act.

Dengan perubahan sikap China terhadap Taiwan ini, Trump memprediksi bahwa Beijing akan segera melancarkan aksi militer terhadap Taipei.

“Saya rasa (China) mungkin menunggu sampai setelah Olimpiade Musim Dingin dan mungkin sesuatu akan terjadi. Tidak baik jika Anda (berada di Taiwan jika China menyerang), dan Anda memiliki pesawat pengebom yang terbang di atas negara Anda terus-menerus…secara konstan,” kata Trump.

Trump melontarkan prediksi liarnya itu tanpa bukti konkret dan data pendukung. Namun, ia mengklaim bahwa prediksinya banyak dipercaya orang.

“Banyak orang mengatakan saya sangat pandi dalam persoalan prediksi dan bisnis,” paparnya.

Olimpiade Musim Dingin 2022 akan diselenggarakan di Beijing 4-20 Februari 2022. (Rendi)