TMMD 114 Kodim 0510/Trs Berikan Pemahaman Cegah Radikalisme Dan PIK R Di Sekolah

TMMD 114 Kodim 0510 Berikan Pemahaman Cegah Radikalisme Dan PIK R Di Sekolah
TMMD 114 Kodim 0510 Berikan Pemahaman Cegah Radikalisme Dan PIK R Di Sekolah

Tigaraksa – Bertempat di Aula SMK Nurul Amin, Desa Gandaria, Kec. Mekar Baru, Kab Tangerang, Rabu (10/08/2022), Dalam materi Non Fisik TMMD 114 Kodim 0510/Trs hari ini di isi oleh Mayor Inf Aris S. Dari Bintaldam Jaya dengan mengandeng Dinas Pengendalian Penduduk dan keluarga berencana (DPPKB) memberikan materi cegah radikal – sparatis dan Program PIK R sekolah. yang diikuti ± 25 siswa siswi SMK Nurul Amin.

Dalam penyampaian materinya, Mayor Inf Aris S menyampaikan, kegiatan ini bertujuan mewujudkan kesadaran tentang arti pentingnya pemahaman terhadap bahaya radikalisme dan separatisme bagi segenap komponen bangsa.

“Melalui kegiatan non fisik TMMD 114 ini, kita memberikan pemahaman tentang bahaya radikalisme dan separatisme dengan tujuan terbentuknya komponen bangsa yang berkepribadian dan berjiwa Bhineka Tunggal Ika, guna mendukung ketahanan wilayah yang kuat dalam rangka tetap tegak dan utuhnya NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.” jelasnya.

Dikatakan Mayor Inf Aris S  dari Bintaldam Jaya, bahwa jaman sekarang radikalisme lebih mengarah terhadap paham/aliran yang menginginkan pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan, ciri-cirinya bisa kita ketahui seperti sikap intoleran, fanatik, eksklusif dan revolusioner.

Menurutnya, persoalan radikalisme dan separatisme bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aparat pemerintah saja.Ini menjadi tanggung jawab seluruh komponen bangsa, kita semua harus peduli guna mengantisipasi timbul dan berkembangnya faham radikalisme dan separatisme.

“Untuk mengantisipasi hal tersebut, perlu peran seluruh elemen masyarakat, aparat pemerintah, tokoh agama, para pemuka masyarakat dan juga para.pelajar untuk bersama-sama. Inj adalah tanggung jawab moral bagi kita semua.” tuturnya.

Kepada siswa siswi, Mayor Inf Aris S bintal dam Jaya mengingatkan, agar mereka lebih fokus belajar untuk meraih cita- citanya karena mereka adalah calon generasi penerus bangsa. “Intinya, kita antisipasi agar jangan tumbuh dan berkembang bibit-bibit radikalisme di sekolah-sekolah.

“Guru adalah ujung tombak pendidikan nasional yang memiliki peran strategis dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945. Untuk itu, mari kuta berikan pemahaman kebangsaan secara konsisten dan berlomba-lomba mencapai tujuan bernegara sehingga generasi muda kita terbebas dari radikalisme dan separatisme,” tandasnya.

Sedangkan materi PIK R disampaikan oleh Ibu. Euis K Ahmad, S.T.Tp. dari DPPKB Kab. Tangerang menyampaikan bahwa, remaja dan genre merupakan program membantu dan memfasilitasi terwujudnya tegar remaja.

“Tegar remaja adalah berperilaku hidup sehat, gaya hidup sehat baik jasmani maupun  rohaninya.dengan bertujuan agar remaja terhindar resiko triad KRR dan juga memiliki perencanaan kehidupan berkeluarga untuk mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera dan menjadi contoh, model, idola dan sumber informasi bagi teman sebayanya. ” jelasnya.

Adapun tujuan dari program genre ini, lanjutnya lagi, kelak dapat mencetak remaja berkompetensi dan berkarakter, pendidikan setinggi mungkin, pekerjaan kompetitif, menikah terencana, aktif dalam kehidupan bermasyarakat, pola hidup sehat di kesehariannya.

DIjelaskannya bahwa Pik R merupakan wadah kegiatan genre dalam penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja/mahasiswa yang dikelola dari, oleh, dan untuk remaja/mahasiswa yang guna memberikan pelayanan informasi dan konseling tentang perencanaan kehidupan berkeluarga bagi remaja/mahasiswa serta kegiatan – kegiatan penunjang lainya.

“Sedangkan manfaatnya mengikuti Pik R untuk menambah ilmu sebagai bekal dimasa depan, menambah pengalaman dimasa muda, banyak kesempatan ikut kegiatan lokal dan nasional, melatih public speaking (seni berbicara) didepan umum, akan mudah meraih juara saat mengikuti lomba bidang lainya, dan pasti bisa mengikuti pemilihan duta genre provinsi Banten dan nasional.” terangnya. ( RBY )