Tanggapan Wagub DKI Terkait Sumur Resapan Program Tidak Jelas

Wagub DKI Jakarta.

Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengklaim program sumur resapan cukup efektif untuk menangani banjir di Ibu Kota.
Hal itu disampaikan Riza untuk merespons anggota DPRD DKI Jakarta Agustina Hermanto atau dikenal dengan Tina Toon yang meminta agar anggaran untuk program sumur resapan dihapus.

“Ya kan sudah dilihat, rasakan dua tahun ini, efektivitas sumur resapan kan cukup baik, kemudian juga dibuat kolam olakan, selain program gerebek lumpur, program pembuatan situ, embung, waduk, polder, kemudian tanggul program lainnya normalisasi, naturalisasi semua kan dibuat,” kata Riza di Balai Kota Jakarta, Rabu (17/11).

Riza mengatakan program sumur resapan sudah berjalan sejak beberapa tahun lalu. Sumur-sumur resapan dibuat di tempat-tempat yang sering terjadi genangan ketika hujan melanda.

Menurut Riza anggapan sumur resapan program tidak jelas itu tidak berdasar. Pasalnya, di lapangan sumur resapan sangat berperan membantu menyurutkan genangan air. 
“Namun kemudian perlu diketahui program sumur resapan ini program yang sudah dilaksanakan sebelum sebelumnya, bukan di zaman sekarang-sekarang saja dan program ini sangat baik membantu mempercepat genangan air segera surut,” kata Riza.

Kritik terhadap sumur resapan DKI dilontarkan Tina Toon saat rapat paripurna dengan agenda Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Raperda tentang APBD DKI Jakarta tahun 2022, Selasa (16/11).


Pada kesempatan itu Tina mengusulkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menghapus anggaran sumur resapan di 2022 dan dialihkan ke normalisasi.
Tina mengatakan, pada 2022, Pemprov menganggarkan Rp1,2 triliun untuk program normalisasi dan restorasi sungai. Namun di sisi lain, ia menyebut dalam empat tahun terakhir tidak sedikitpun melakukan normalisasi.

“Kami mendorong agar anggaran ini bisa ditingkatkan pada tahun 2021 ini. Program yang tidak jelas seperti sumur resapan kami rekomendasikan untuk dihapus dan anggaran dilimpahkan untuk normalisasi sungai,” ujarnya. (Rendi)