Sulsel Jadi Fokus Pencegahan Paham Radikalisme

Sulsel Jadi Prioritas Pencegahan Paham Radikalisme
Sulsel Jadi Prioritas Pencegahan Paham Radikalisme

MAKASSAR – Roadshow perdamaian untuk mencegah paham radikalisme digelar di salah satu sekolah tinggi di makassar. Makassar dipilih karena menjadi perhatian karena sebelumnya sudah terjadi beberapa kejadian seperti bom bunuh diri di gereja katederal makassar.

Sulawesi selatan khususnya kota makassar dinilai menjadi skala prioritas dalam pencegahan paham radikalisme dan aksi terorisme. Berdasarkan informasi dan data makassar menjadi atensi karena dilihat dari aksi teror yang pernah terjadi seperti bom bunuh diri di gereja katedral makassar.

Ini diungkap direktur eksekutif jaringan moderat indonesia islah bahrawi dalam dialog kebangsaan dengan tema menjunjung kemanusiaan mewujudkan kedamaian untuk kejayaan bangsa. Rodashow perdamaian juga di ikuti sejumlah pengurus dan kader organisasi kemahasiswaan serta kemasyrakatan di kota makassar.

Menurutnya, Makassar menjadi prioritas karena berdasarkan hasil infomasi dan data yang diperolehnya memang Sulsel terutama di Makassar ini menjadi atensi. Karena sudah ada beberapa kejadian. Seperti bom bunuh diri di Gereja Katederal dan jaringan itu menjadikan Makassar tempat transit.

“Ini jangan sampai orang-orang yang melakukan tindakan itu meracuni orang Makassar yang kita kenal warga disini adalah masih intimasi sosial tinggi. Ini yang kita bentengi adalah komunitasnya, ‘ ucapnya.

Islah Bahrawi menjelaskan, biarlah urusan jaringan teror itu menjadi urusan penegak hukum. Tapi sebagai masyarakat biasa memang harus membentengi dengan melakukan resistensi dan deteksi dini terhadap aksi mereka.

“Jangan sampai menulari orang baik. Kurang lebih seperti itu, ” jelas Islah Bahrawi saat menjadi pembicara pada dialog kebangsaan yang diikuti mahasiswa dan beberapa organisasi masyarakat.

Diakuinya, pencegahan paham radikalisme perlu dilakukan. Makassar kata Islah, adalah lokasi antara dari beberapa roadshow yang dimulai sejak akhir tahun 2021 kemarin dan sudah berkeliling dihampir Sumatera dan Jawa.

“Hal ini akan terus dilakukan secara terus menerus dan Makassar ini bukan yang terakhir. Setelah ini kita akan terus kembali lakukan kebeberapa daerah untuk memberikan pemahaman-pemahaman beragama dan berkebangsaan secara berskala dan prioritas, ” akunya.

Sementara itu, Kasatgas Wilayah Sulsel Densus 88 Anti Teror, AKBP Mas Jaya yang juga menjadi pembicara pada dialog tersebut mengatakan, mau seperti apa situasi keamanan di Sulsel ini tergantung semua masyarakat. Meski ada TNI-Polri, namun perlu peran serta masyarakat.

Apalagi mahasiswa ini, merupakan anak penerus bangsa. Sehingga peran serta mahasiswa perlu juga menjadi garda terdepan bangsa ini. Karena Maju mundurnya negara ini tergantung mahasiswa pula.

“Intinya Indonesia kuat karena adanya persatuan dan kesatuan. Tampa adanya persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak akan bisa kuat, ” kata Mas Jaya. ( M.Robi )