Strategic Dialogue ke-2 Kerjasama Penanggulangan Terorisme Indonesia- Australia

Strategic Dialogue ke-2 Kerjasama Penanggulangan Terorisme Indonesia- Australia
Strategic Dialogue ke-2 Kerjasama Penanggulangan Terorisme Indonesia- Australia

BogorBNPT RI dan Kementerian Dalam Negeri Australia menyelenggarakan pertemuan ke-2 Strategic Dialogue on Preventing/Countering Violent Extremism (P/CVE) bertempat di Hotel Grand Savero, Bogor pada Kamis (4-5/8).

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan pertama yang sebelumnya telah dilaksanakan melalui video conference antara Australia dengan Indonesia pada tanggal 6 Juli 2021.

Penyelenggaraan diskusi ini merupakan penegasan hubungan bilateral Indonesia-Australia yang menyoroti upaya bersama untuk melawan ekstremisme berbasis  kekerasan dan sharing info perkembangan situasi terkini.

Membuka diskusi, Deputi Bidang Kerjasama Internasional BNPT, Andhika Chrisnayudhanto menyampaikan capaian terbaru dalam P/CVE di Indonesia.

“Dalam implementasi RAN P/CVE untuk memperkuat koordinasi dengan kementerian terkait dan instansi termasuk koordinasi internal Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri tentang pencegahan dan penanggulangan ekstremisme kekerasan yang mengarah pada terorisme sebagai peluang untuk mendukung RAN P/CVE di tingkat lokal, telah ditindaklanjuti dengan Peraturan Gubernur Sulawesi Tengah dan Keputusan Gubernur Aceh untuk memberi bantuan kepada K/L dalam perencanaan RAN P/CVE yang sejalan dengan rencana mereka berkolaborasi dengan organisasi masyarakat sipil untuk memberi dampak pada tingkat akar rumput” katanya.

Dalam diskusi ini juga  dibahas kerja sama teknis dalam isu ekstremisme online, termasuk strategi komunikasi, isu tentang wanita dan perannya dalam kekerasan ekstremisme, serta ekstremisme di kalangan pemuda yang pada akhirnya menghasilkan komitmen berupa upaya peningkatan kapasitas untuk memerangi ekstremisme kekerasan.

Secara umum, diskusi ini menyoroti strategi dan kebijakan yang dikembangkan masing-masing negara dalam penanggulangan terorisme, termasuk ekstremisme berbasis kekerasan dan best practices berupa studi kasus dan pendekatan-pendekatan CVE Intervention.

Delegasi Indonesia yang hadir dalam pertemuan ini dipimpin oleh Deputi Bidang Kerja Sama Internasional BNPT, Andhika Chrisnayudhanto, didampingi oleh Direktur Kerjasama Bilateral BNPT, Brigjen Pol Kris Erlangga, Direktur Kerjasama Regional dan Multilateral BNPT Zaim Nasution, serta perwakilan Kementerian/Lembaga terkait.

Sementara itu delegasi Australia dipimpin oleh Tim Roy sebagai _Assistant Secretary CVE Department of Home Affairs_ didampingi oleh Pia de van Zandt dengan jabatan _Director Social Policy Branch, NSW Department of Premier and Cabinet_, Lesley Dalton, serta perwakilan dari berbagai instansi pemerintah Australia.

Pada akhir pertemuan, kedua negara sepakat meningkatkan kolaborasi untuk melanjutkan diskusi strategis bilateral sebagai mekanisme dialog penting untuk memperkuat upaya anti-terorisme. ( RBY )