Sosialisasi Radikalisme di Lingkungan PONPES

Sosialisasi Radikalisme di Lingkungan Pondok Pesantren
Sosialisasi Radikalisme di Lingkungan Pondok Pesantren

JakartaPondok pesantren adalah salah satu pondasi terbaik bangsa Indonesia dalam memerangi paham radikalisme dan terorisme yang mengancam persatuan dan kesatuan NKRI, pondok pesantren selama ini merupakan acuan dalam menanamkan pemahaman agama islam yang benar yaitu islam yang rahmatallil’alamin dimana pondok pesantren memiliki potensi dan pengaruh yang cukup signifikan bagi kalangan masyarakat, secara tidak langsung ikut andil dalam upaya mensosialisasikan bahwasanya intoleransi, radikalisme, terorisme adalah sebuah paham yang sangat berbahaya bagi kelangsungan Negara Republik Indonesia.

paham radikal di Negara kita Indonesia ini sudah sangat banyak terjadi bahkan hampir setiap lapisan masyarakat,sekolah, kampus, tempat-tempat ibadah, kajian-kajian online, atau media sosial, bahkan masuk ke dalam lingkup pemerintah dengan dalih kepentingan agama sehingga menggunakan berbagai cara yang melanggar ketentuan hukum Indonesia.

dengan populasi muslim 207 juta jiwa, Indonesia menjadi Negara berpenduduk muslim terbesar di Dunia, dan mayoritas muslim Indonesia sebanyak 72% menolak tindakan radikal yang menyertakan kekerasan atas dasar kepentingan agama. dengan adanya program KKN (Kuliah Kerja Nyata) ini diharapkan setiap mahasiswa dapat menjadikan kegiatan tersebut menjadi kegiatan yang produktif dan dapat bermanfaat bagi masyarakat luas, dan juga dengan adanya program tersebut diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat luas tentang gambaran umum bagaimana ciri-ciri dari paham radikal dan terorisme.

dengan begitu pesantren memiliki peranan yang sangat penting dalam menentukan arah pembangunan Bangsa kedepan, karena lembaga itu telah dianggap sesuai dengan kultur masyarakat, dengan adanya pondok pesantren diharapkan memperlambat atau mencegah maraknya paham radikal yang sudah semakin tersebar di berbagai kalangan di NKRI ini.

perlu di ketahui bahwa ada 3 hal yang berpengaruh sangat signifikan antara lain:

  1. pemahaman konsep jihad harus dengan kekerasan
  2. materi ceramah berisi ujaran kebencian dan permusuhan
  3. kebencian terhadap satu kelompok meski seagama

oleh karena itu tantangan paling berat pemerintah Indonesia saat ini adalah penegakan hukum yang tegas bagi pelaku hatespeech atau ujaran kebencian, memastikan kebijakan yang tidak deskriminatif dan memenuhi hak-hak warga Negara yang dijamin Undang-undang tanpa memandang agama, keyakinan, suku, ras, atau pilihan politiknya. ( M.Robi )