Sebut Bukti Gagalnya BNPT, Ketum Badko HMI Sumut

Ketua Umum (Ketum) Badan Kordinasi (Badko) HMI Sumut demisioner, Alwi Hasbi Silalahi.
Ketua Umum (Ketum) Badan Kordinasi (Badko) HMI Sumut demisioner, Alwi Hasbi Silalahi.

Medan – Viralnya aksi wanita yang nekat menabrak Ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Pematangsiantar mendapat perhatian dari Ketua Umum (Ketum) Badan Kordinasi (Badko) HMI Sumut demisioner, Alwi Hasbi Silalahi.

Pria yang akrab disapa Hasbi itu menilai kejadian tersebut bisa terjadi, karena kurangnya penanggulangan terorisme oleh instansi terkait yaitu Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Bagaimana tidak, kata Hasbi, bahwa kejadian di Kota Siantar tersebut cukup meresahkan, ditambah lagi aksi-aksi teror kian marak dan terus bertambah.

“Tentu ini adalah masalah serius yang mengancam keamanan berbangsa dan bernegara, jadi, harus ada revisi tentang program deradikalisasi dan penanggulangan terorisme,” kata dia. 

Oleh karenanya, Hasbi meminta kepada pemerintah khususnya, yang mengenai deradikalisasi dan penanggulangan terorisme harus segera dievaluasi, setidaknya dalam dua hal. “Yaitu pencegahan dan pemberantasan.

Lalu, Sejauh mana efektifitas upaya pencegahan?” katanya. Terakhir ia mengatakan bahwa ideologi radikal bisa menyasar ke siapa pun. Oleh karenanya, BNPT harus sesegera mungkin bertindak efektif.

Berita sebelumnya, kasus seorang wanita yang nekat menabrak pintu Ruangan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Pematangsiantar membuat heboh.

Wanita tersebut, F (29) warga Kabupaten Simalungun menabrakkan sepeda motor Honda Scoopy BK 5756 TAK hingga kaca pintu tersebut hancur, Senin (21/3/22). Namun, sejauh ini tindakan nekat itu tidak terkait terorisme.

Hal ini diungkap Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak turun ke Mapolres Pematangsiantar kepada wartawan mengatakan, bahwa kejadian yang berlangsung pada Senin (21/3/22) pagi, pukul 07.30 WIB berawal ketika pelaku sempat dikejar petugas Lantas saat mengamankan jalan dan ternyata pelaku masuk ke Mapolres Siantar dan langsung menabrak pintu SKPT hingga hancur.

“Kejadian ini dimulai ketika personel Satlantas sedang bertugas mengatur lalu lintas. Seorang wanita yang mengendarai sepeda motor berinisial F ini sempat mau menabrak anggota yang melaksanakan tugas pengaturan lalu lintas.

Ketika dikejar, wanita itu melarikan diri menuju Polres Pematangsiantar dan pada akhirnya masuk lalu menabrak ruang SPKT Polres Pematangsiantar,” jelas Kapolda.

Dari hasil pendalaman pemeriksaan yang dilalukan petugas. Ditemukan beberapa fakta-fakta hasil penjelasan dari orang tua wanita yang menabrak ruangan SPKT Polres Pematangsiantar tersebut. “Diketahui pelaku menikah yang kedua kalinya setelah mengenal seorang pria yang dijadikan sebagai suaminya.

Setelah menikah, pelaku memiliki pemahaman agama yang sedikit berbeda dengan orang tuanya sehingga menjadi permasalahan di dalam keluarga sendiri dan semakin meningkat ketika yang bersangkutan meminta menikah untuk ketiga kalinya,” ujarnya. ( Abdul Mapakhir )