Rusia Tetapkan Navalny Sebagai Terorisme Dan Ektremis

Alexei Navalny
Pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny.

Moskow –  Rusia memasukkan pemimpin oposisi Alexei Navalny dan beberapa ajudannya ke daftar “teroris dan ekstremis” pada Selasa, 25 Januari 2022. Daftar yang ditangani Badan Pengawasan Finansial Federal Rusia itu berisi deretan individu yang diyakini terlibat dalam aktivitas mendukung organisasi “teroris dan ekstremis.”
 
Dilansir dari The Moscow Times, langkah terbaru Rusia diambil hanya satu tahun usai Navaly ditangkap di Moskow usai kembali ke Rusia dari Jerman. Saat berada di Jerman, Navalny dirawat atas serangan racun.
 
Saat ini Navalny sedang menjalani vonis 2,5 tahun penjara, dan otoritas Rusia terus bergerak secara agresif dalam menumbangkan jaringan tokoh oposisi tersebut dalam setahun terakhir.Tahun lalu, pengadilan Rusia melarang operasional kantor-kantor politik regional milik Navalny. Yayasan Anti-Korupsi (FBK) milik Navalny juga dilabeli Moskow sebagai grup “ekstremis.”
 
Sejak saat itu, puluhan ajudan dan mantan koordinator pergerakan Navalny menghadapi dakwaan kriminal. Sementara sebagian besar rekan senior Navalny telah melarikan diri dari Rusia dan hidup dalam pengasing.
 
Setidaknya tujuh rekan dan mantan koordinator regional dimasukkan Rusia ke daftar teroris, menurut keterangan tim Navalny via saluran Telegram. Mereka meliputi pengacara Lyubov Sobol dan Vyacheslav Gimadi, dan juga investigator anti-korupsi Georgy Alburov.Tak lama setelahnya, sekitar 22 orang lain juga ditambahkan Rusia ke dalam daftar teroris — 12 dari mereka adalah aktivis terkait Navalny. Dua ajudan senior Navalny — Leonid Volkov dan Ivan Zhdanov, telah dimasukkan ke daftar teroris beberapa hari sebelumnya.
 
Pelabelan teroris oleh Rusia membuat mereka yang berada dalam daftar tidak dapat menggunakan sistem perbankan di Negeri Beruang Merah. Ini dikarenakan semua institusi finansial di Rusia dilarang memberikan layanan kepada individu atau organisasi yang masuk dalam daftar teroris. ( Fikri )