Radikalisme di Semanggi, Pemkot Solo Gaet BPIP

Gibran Rangkabuming - Walikota Solo
Gibran Rangkabuming - Walikota Solo

SoloPemkot Solo menunjuk Kelurahan Semanggi, Pasar Kliwon sebagai pilot project penerapan program ideologi Pancasila. Penunjukan tersebut dilakukan karena kerap ditemukan kasus terorisme di kelurahan tersebut.

“Kami memilih Kelurahan Semanggi untuk dijadikan program pilot project penerapan program ideologi Pancasila,” ujar Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka, Senin (14/2)

Ia mengatakan, dalam penerapan program tersebut, Pemkot bekerjasama dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Pemilihan Semanggi karena di lokasi tersebut paling kompleks untuk dijadikan program BPIP.

“Pemilihan Semanggi sebagai pilot project karena paling kompleks lokasinya, baik kasus radikalisme dan kemiskinan,” kata Gibran.

Alasan ditunjuknya Semanggi sebagai pilot project, kata dia, karena Semanggi wilayahhya sangat kompleks mulai dari kemiskinan dan radikalisme ada semua.

“Kita bisa temukan kemiskinan, kawasan kumuh dan radikalisme di Semanggi. Kita fokuskan programnya ideologi Pancasila di sana,” kata Gibran.

Diakui, pihaknya telah menyampaikan rencana itu kepada Deputi BPIP. Masalah yang kompleks di Semanggi akan diselesaikan dalam waktu setahun.

“Kami Pemerintah Kota Solo kalau dalam satu tahun terakhir ini intens untuk pembenahan kawasan kumuh di Semanggi,” jelasnya.

Untuk program fisik penanganan kawasan kumuh, lanjut Gibran, anggarannya dari APBD dan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR). Sementara penanganan radikalisme dari BPIP.

“Kami optimistis penanganan radikalisme di Solo bisa lebih maksimal saat ditangani BPIP,” tukas dia. ( M. Robi )