Ingris – Kepolisian Inggris menetapkan pria yang tewas dalam ledakan taksi di luar rumah sakit di Liverpool sebagai tersangka pada Senin (15/11) waktu setempat.Polisi menetapkannya sebagai tersangka setelah yakin bahwa pria itu membawa perangkat rakitan sebelum tewas dalam ledakan di dalam mobil.

“Penyelidikan kami sedang berlangsung tapi pada tahap ini kami sangat yakin bahwa yang meninggal adalah Emad Al Swealmeen yang berusia 32 tahun,” ujar petugas investigasi senior, Kepala Detektif Inspektur Andre Meeks, dalam sebuah pernyataan seperti dikutip AFP.

Ia mencatat, Al Swealmeen berkaitan dengan dua alamat saat polisi menggerebek usai insiden ledakan mobil di itu.Al Swealmen disebut tinggal di satu alamat, dan baru-baru ini menyewa tempat lain di daerah Kensington. Di tempat barunya, polisi menemukan barang-barang mencurigakan.

“Kami terus meminta informasi mengenai insiden ini, dan sekarang kami telah merilis namanya, informasi apapun yang mungkin dimiliki publik soal Al Swealmeen, tak peduli seberapa kecil, mungkin sangat membantu kami,” ucap Meeks.

Sebelumnya, anggota kepolisian kontra-terorisme, Russ Jackson, mengatakan motif serangan itu tak jelas. Kepolisian lalu menyebut ledakan itu sebagai serangan terorisme.Namun, ia mengonfirmasi perangkat yang bisa menyalakan dan mengubah taksi menjadi ledakan merupakan rancangan Al Swealmeen.Ledakan itu terjadi hanya beberapa menit sebelum kebaktian Remembrance Sunday di dekat Katedral Liverpool, yang dihadiri sekitar 2.000 orang pada Minggu (14/11). (Rendi)