Lampung – Kepolisian Daerah (Polda) Lampung meminta masyarakat untuk dapat memperkuat pemahaman mengenai bahaya radikalisme dan terorisme. Sebelumnya, Densus 88 antiteror telah menangkap tujuh orang terduga teroris di Lampung, yakni SU (61), SK (59) DRS (47), NA (42) S (47), F (37) dan AA (42).

Kabid humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, apabila adanya gerak gerik masyarakat yang mencurigakan untuk segera dilaporkan ke perangkat RT, Lurah ataupun Pamong setempat.

“Kita harap lapor jika ada masyarakat yang mencurigakan, kemudian ada tamu sampai melebihi batas perlu lapor RT setempat,” kata Pandra dalam keterangannya, Minggu (7/11).

Menurutnya, masyarakat dengan ketidakstabilan emosi kerap dimanfaatkan untuk dimasukkan ideologi radikalisme. Oleh karena itu, pemahaman sejak dini tentang bahaya radikalisme perlu ditanamkan.

Karena, pemahaman itu pertama kali disebut Pandra berasal dari lingkungan keluarga dan kemudian lingkungan pendidikan yaitu sekolah dan sosialisasi di tengah masyarakat.

“Jangan sampai anggota keluarga ini ikut kegiatan yang mengarah pada kejahatan termasuk terorisme. Peran pendidikan dari keluarga oleh orangtua, ayah dan ibu ini pertahanan yang utama,” sebutnya. (bin joe)