Pihak Keluarga “Keberatan Atas Penangkapan” Terduga Teroris Farid Okbah, Akan Lapor Ke Komnas HAM

Jakarta – Pengacara dan keluarga tiga tersangka kasus terorisme yang ditangkap Detasmen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, Selasa 16 November 2021 di Bekasi, akan menemui Kapolri dan Komnas HAM.

“Saya mewakili tiganya, sama tiga istrinya dan termasuk partai dakwah. Soalnya PDRI lagi disorot juga. Rencananya kita ke Kapolri, nanti terserah Kapolri mau mengarahkan ke mana. Enggak, langsung saja kita, menyerahkan surat keberatan,” kata pengacara, Ismar Syafruddin saat dihubungi, Jakarta, Kamis (18/11/2021).

Nantinya, mereka juga mencurahkan isi hatinya dan meminta penegakkan hukum sesuai dengan aturan yang ada.

“Silakan itu kan haknya mereka, itu kan hak tersangka harus juga dipenuhi. Kan HAM hukumnya lebih tinggi. Seseorang yang tidak diberi pendampingan hukum, tidak diketahui keluarganya ditahan dimana. Gimana kalau sudah mati kaya si Yono itu, kan kita enggak tahu,” ujar Ismar.

Sementara, terkait rencana ke Komnas HAM, mereka ingin mengadu soal penangkapan para kliennya. Salah satunya penangkapan di kawasan Pondok Melati, Bekasi.

“Cara masuknya ke kediaman itu kan sudah jelas masuk begitu saja, anak S yang sudah dewasa penghafal Quran itu orang belum pakai jilbab sudah masukin. Proses penyitaan itu kok kenapa disita, kita enggak dikasih surat bukti apa saja yang disita, kan kita enggak tahu, ditambah-tambah nanti gimana,” jelasnya.

“Kita datang ke Komnas HAM sebagai masyarakat, mereka ada respons enggak kepada kita. Semua kini sudah bingung, kita bagaimana kita mencari keadilan. Bagaimana masyarakat ini menyampaikan unek-uneknya,” sambung dia. (Fikri)