PBNU dan Saudi Bahas Kerja Sama Atasi Terorisme

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf bersama Pembicara R20 Muhammad Najib Azca saat konferensi pers Religion of Twenty (R20) di Jakarta
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf bersama Pembicara R20 Muhammad Najib Azca saat konferensi pers Religion of Twenty (R20) di Jakarta

JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau biasa disapa Gus Yahya dan Menteri Dakwah Arab Saudi serta para penasihat membahas upaya kerjasama penanggulangan terorisme untuk perdamaian dunia.

Pembahasan upaya kerja sama tersebut dilakukan saat Gus Yahya beserta rombongannya mengunjungi kediaman Menteri Urusan Islam, Dakwah, dan Penyuluhan Arab Saudi Sheikh Abdul Latif bin Abdul Aziz Al-Sheikh di Nursultan, Kazakhstan, di sela-sela kegiatan Kongres Pemimpin Dunia dan Agama Tradisional yang diikuti lebih dari 100 tokoh atau pemuka agama dari 60 negara dengan pertemuan terakhir yang digelar di Nursultan.

“NU serius bekerja sama dengan Kementerian Urusan Islam Kerajaan Arab Saudi untuk mencapai konsensus mengembangkan masa depan yang lebih baik antara komunitas Muslim, masyarakat, dan negara-negara di dunia melalui solusi-solusi substansial dan berkelanjutan terhadap permasalahan-permasalahan terorisme dan ekstremisme,” kata Gus Yahya.

Lebih lanjut, di hadapan Syekh Abdul Latif, Gus Yahya menegaskan bahwa kelompok fanatik, teroris dan ekstremis tidak terbatas pada komunitas Muslim dan dunia Islam, tetapi meluas ke Seluruh umat manusia dan seluruh dunia. Oleh karena itu, lanjutnya, sudah menjadi tanggung jawab semua pihak untuk bersama-sama mencari solusi atas permasalahan tersebut.

Gus Yahya juga menyampaikan apresiasi atas upaya yang dilakukan oleh Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Penyuluhan Arab Saudi di bawah kepemimpinan Syekh Abdul Lathif bin Abdul Aziz Al-Sheikh dalam menyebarkan moderasi beragama dan memerangi ekstremisme.

Ia menilai Kerajaan Arab Saudi adalah negara terpenting di dunia Islam saat ini sebab mereka mendedikasikan hal-hal positif untuk masyarakat dunia. Oleh karena itu, Gus Yahya menunjukkan keseriusan NU untuk belajar dari pengalaman Kementerian Urusan Islam Arab Saudi dalam menyebarkan moderasi beragama serta memerangi ekstremisme dan terorisme.

“Karena itu, Nahdlatul Ulama tertarik untuk menjalin kerja sama positif dan konstruktif dengan pemerintah Arab Saudi untuk kebaikan rakyat Indonesia,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sheikh Abdul Latif bin Abdul Aziz Al-Sheikh menyampaikan berbagai bentuk keseriusan pemerintah Arab Saudi dalam mewujudkan keamanan, perdamaian, dan kepentingan bersama seluruh masyarakat di dunia. Antara lain, dia menekankan bahwa Kerajaan Arab Saudi memerangi terorisme secara tegas dan serius sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk menyebarkan gagasan moderasi beragama.

“Kerajaan Arab Saudi ibarat kepala bagi tubuh Islam, menargetkan-nya berarti menargetkan seluruh umat Islam di dunia,” ujar dia. ( RBY )