Pasukan Tengkorak Turun Tangan Untuk Menghabisi KKb Papua

Kopaska TNI AL
Kopaska TNI AL

Jakarta – Tentara Nasional Indonesia (TNI) sedang mempersiapkan pasukan Yonif Para Raider 305/Tengkorak, Divif 1 Kostrad untuk berangkat ke Papua dalam rangka menjadi Satuan Tugas Kodim 305 di wilayah Kabupaten Intan Jaya.

Kabupaten Intan Jaya selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah di Papua yang menjadi basis Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB.

Komandan Yonif PR 305/Tengkorak Mayor Inf Ardiansyah selaku Dansatgas menyampaikan bahwa program latihan yang menjadi prioritas adalah berkaitan dengan pembinaan teritorial (Binter) dengan menjunjung tinggi kearifan budaya dan adat istiadat setempat.

“Perjalanan para Kesatria Tengkorak ke Intan Jaya guna mewujudkan pesan damai yang sudah dilemparkan, yaitu Papua Penuh Damai (Papeda),” ujarnya dalam rilis yang diterima, Jumat (10/6) sore.

Sementara itu Perwira Hukum Satgas Yonif PR 305/ Tengkorak Letda Chk Julet Aloisius Tail menyakini kehadiran Yonif Para Raider 305/Tengkorak dapat membawa warna berbeda dengan satgas sebelumnya.

“Pendekatan kearifan lokal menjadi kunci utama yang kami lakukan, sehingga apa yang diinginkan masyarakat, kami akan berusaha lakukan,” ucapnya.

Mantan wartawan di Papua ini juga menegaskan keberadaan para Ksatria Tengkorak di Intan Jaya nantinya diharapkan dapat memberikan dampak kepada masyarakat Intan Jaya pada khususnya dan masyarakat Papua pada umumnya. Hal ini sejalan dengan Perintah Harian Panglima TNI.

“Perintah dari Panglima TNI bahwa pemberangkatan Satuan TNI ke Papua dimaksudkan untuk melaksanakan tugas pembinaan teritorial, pendekatan kepada masyarakat secara persuasif serta menjunjung tinggi dan memberdayakan kearifan lokal berupa nilai-nilai luhur budaya Papua,” terangnya.Dia menjelaskan program yang akan diimplementasikan sebagai bentuk sarana pendekatan kepada para tokoh dan masyarakat Papua secara umum sehingga masyarakat Papua makin cinta kepada TNI dan utamanya kepada NKRI.”

Kuncinya yakni memperkuat persaudaraan, persatuan, kebinnekaan dan menyampaikan pesan-pesan perdamaian diharapkan dapat merebut hati dan simpati rakyat untuk tetap setia kepada NKRI,” tegasnya. ( Fikri )