Pakistan Mengutuk Keras Larangan Sholat Jumat Di India

Jakarta – Pakistan mengutuk keras pembatasan perhelatan sholat Jumat dan serangan yang menargetkan masjid-masjid di India. Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Pakistan mengklaim pembatasan sholat Jumat dilakukan oleh partai nasionalis Hindu yang berkuasa, Partai Bharatiya Janata (BJP), di Haryana.

“Kami sangat prihatin atas berlanjutnya perusakan masjid dan serangan terhadap tempat-tempat sholat Muslim oleh ekstremis Sangh Parivar dengan keterlibatan negara bagian Uttar Pradesh dan Haryana yang dikuasai BJP,” kata Asim Iftikhar Ahmad, juru bicara kementerian yang dikutip di Anadolu, (18/11). 

“Dalam tindakan menjijikan lainnya terhadap tempat-tempat keagamaan Muslim, kelompok radikal Hindu juga dilaporkan membuang kotoran sapi di beberapa tempat sholat Jumat,” tambahnya.

Selama sebulan, kelompok Hindu sayap kanan di distrik Gurugram Haryana, berdekatan dengan ibu kota New Delhi, berusaha untuk melarang umat Islam melakukan sholat Jumat di lokasi yang ditentukan pemerintah. Pada 29 Oktober, polisi setempat menangkap beberapa pekerja kelompok Hindu sayap kanan di Gurugram setelah mereka mencoba mengganggu proses peribadatan.

Kemudian pada 2 November, pemerintah daerah Gurugram mencabut izin sholat Jumat di delapan dari 37 masjid yang ada, dengan alasan mengganggu penduduk setempat, menurut laporan The Indian Express. Sementara itu, serangan yang menargetkan Muslim terus berlangsung, bulan lalu gerombolan radikalis Hindu merusak masjid dan toko milik Muslim di negara bagian Tripura di timur laut India. 

Menurut Asosiasi Perlindungan Hak Sipil, sebuah kelompok hak-hak sipil, setidaknya 16 masjid dirusak dan rumah serta toko milik Muslim dibakar di Tripura bulan lalu. Kelompok itu mengatakan setidaknya ada 27 kasus penyerangan masjid, rumah dan pertokoan Muslim yang dikonfirmasi didalangi oleh massa sayap kanan. 

“Serangan tidak masuk akal terhadap Muslim dan tempat ibadah, rumah, dan bisnis mereka terus berlanjut di Tripura meskipun ada kekhawatiran internasional. Negara-negara bagian yang diperintah BJP telah menangkap ratusan orang, termasuk advokat dan jurnalis terkenal, di bawah undang-undang kejam seperti Undang-Undang Kegiatan (Pencegahan) yang Melanggar Hukum karena mengangkat suara menentang pelanggaran hak asasi manusia yang berat dan sistematis terhadap minoritas khususnya Muslim,” kata juru bicara itu. 

Dia menambahkan bahwa kelompok Hindu sayap kanan yang berafiliasi dengan BJP juga melakukan serangan kekerasan dan menghancurkan toko-toko Muslim, masjid, dan tempat suci di negara bagian Maharashtra. Islamabad meminta masyarakat internasional untuk memperhatikan peningkatan serangan Islamofobia dan kekerasan terhadap Muslim di India dan mengambil langkah segera untuk melindungi minoritas dan tempat ibadah mereka. ( Fikri )