Negara Bagian Eropa Bekerja Sama Upayakan Kirim Duta Besar Ke Afghanistan

Ilustrasi.

Jakarta – Sejumlah negara-negara di Eropa sedang mengupayakan membuka sebuah misi diplomatik di Afghanistan sehingga memungkinkan para duta besar kembali ke negara yang sekarang dikuasai Taliban tersebut. Rencana itu diungkap oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Sabtu, 3 Desember 2021.

Negara-negara Eropa tengah bergulat mencari cara bagaimana menjalin hubungan diplomatik dengan Taliban setelah kelompok radikal tersebut mengambil alih Afghanistan pada Agustus 2021 lalu. Taliban berkuasa menyusul pasukan militer, yang dipimpin Amerika Serikat, ditarik dari negara itu.

Semenjak Taliban berkuasa, Amerika Serikat dan negara-negara Barat menutup kantor kedutaan besar mereka di Afghanistan dan menarik para diplomatnya dari sana. Militan garis keras tersebut lalu menyatakan diri sebagai pemerintah sementara Afghnistan, padahal para pucuk pimpinan Taliban dikenai sanksi oleh PBB dan Amerika Serikat.   

“Kami sedang memikirkan mendirikan sebuah organisasi, yang terdiri dari sejumlah negara Eropa, yang memungkinkan kehadiran Duta Besar kami,” kata Macron.   

Amerika Serikat dan sejumlah negara-negara Eropa serta negara lainnya di dunia masih ragu-ragu untuk secara resmi mengakui pemerintahan Afghanistan, yang sekarang dipegang Taliban. Kelompok radikal Taliban dituduh telah mangkir dari janji-janji politik dan inklusifitas etnik, serta ingkar dari janji menegakkan hak-hak perempuan dan kelompok minoritas.

“Ini sebuah demarche yang berbeda dari pengakuan politik atau dialog politik dengan Taliban. Kami akan mengutus perwakilan segera setelah kami bisa membukanya (kantor Kedutaan),” kata Macron, yang mengingatkan masih perlunya mengatasi masalah-masalah keamanan di Afghanistan. ( Fikri )