Musisi Kazakhstan Jazz Kirgistan Dituding sebagai Teroris Asing yang Ikut dalam Kerusuhan

Musisi jazz Kirgistan Vikram Ruzakhunov diduga telah dipaksa membuat pengakuan ikut terlibat dalam kerusuhan di Kazakhstan. /Instagram/@sady_japarov

Jakarta – Massa berkumpul di luar kedutaan Kazakhstan di ibu kota Kirgistan, Bishkek pada Minggu, 9 Januari 2022, menutut pihak berwenang melepaskan musisi jazz terkenal, Vikram Ruzakhunov.

Dalam sebuah rekaman video yang beredar, tampak seorang pria dengan wajah memar disebarkan oleh media Kazakhstan dan disebut terbukti telah dibayar untuk ikut dalam protes yang memantik kerusuhan. Dugaan sementara, video itu direkam karena dianggap ada intimidasi terhadap Ruzakhunov.

“Dia bukan teroris. Dia warga negara biasa, seorang musisi, seorang pria yang baik,” kata Kepala Komite Keamanan Nasional Kirgistan, Kamchybek Tashiyev kepada wartawan saat protes berlangsung.

“Kami memeriksa saluran kami pagi ini: Vikram Ruzakhunov tidak berpartisipasi dalam kerusuhan dan pawai di jalanan,” sambungnya. Sementara itu, Presiden Kirgistan Sadyr Japarov membagikan foto Ruzakhunov di media sosial.

Dia pun bersumpah akan membela dengan tegas dan melindungi warga negara Kirgistan yang dituduh telah ikut bertanggung jawab atas kerusuhan di negara tetangga di Asia Tengah itu.

Pada saat yang sama, Japarov mengakui bahwa beberapa pekerja migran Kirgistan yang tinggal di Kazakhstan mungkin telah ikut dalam aksi demonstrasi di sana.

Pejabat Kazakhstan dilaporkan telah menangkap lebih dari 5.000 orang menyusul gelombang kerusuhan dan bentrikan yang melanda negara itu pada pekan ini.

Kerusuhan dimulai tak lama setelah perayaan Tahun Baru 2022 dengan protes terhadap kenaikan harga bahan bakar. Ratusan korban di antaranya dari pihak penegak hukum dan warga sipil yang ikut dalam kerusuhan. Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev mengeklaim bahwa negaranya diserang oleh “penjahat dan teroris” asing.

Blok keamanan regional yang dipimpin Rusia, CSTO, mengerahkan pasukan multinasional untuk membantu Nur-Sultan memadamkan kerusuhan.

Pria itu membuat pengakuan bahwa dia telah direkrut oleh “orang asing” untuk “berpartisipasi dalam rapat umum protes”. Pria itu juga memperkenalkan dirinya sebagai WN Kirgistan yang menanggur, mengatakan bahwa perekrut membelikannya tiket pesawat ke Almaty, bekas ibu kota dan kota terbesar Kazakhstan, dan menjanjikan 90.000 tenge Kazakhstan (Rp2.974.158).

Dia mengaku tiba di Almaty pada 2 Januari 2022, tetapi “menjadi ketakutan” ketika protes dimulai, dan ditangkap saat mencoba kembali ke Kirgistan.

Kerabat dan pejabat Kirgistan pun mengidentifikasi pria dalam video itu sebagai Ruzakhunov, yang digambarkan sebagai pianis lokal, serta direktur band jazz dan festival jazz di Bishkek.

Kementerian Dalam Negeri Kirgistan mengutip dari kerabat Ruzakhunov mengatakan bahwa dia sering melakukan tur ke Almaty di masa lalu dan diundang ke negara itu untuk sebuah konser. Musisi itu membeli tiket pesawat pada pertengahan Desember dan berangkat ke Almaty pada malam 2 Januari 2022.Pihak Kirgistan sedang berusahan menyelidiki penangkapan Ruzakhunov. Ada dugaan bahwa dia telah disiksa. ( Fikri )