Militan Filipina Bunuh 4 Terduga Pelaku Teror Bom

Militer Pilipina
Ilustrasi. (Reuters/Romeo Ranoco).

Cotabato – Pasukan Filipina telah membunuh seorang pemimpin sel militan ISIS dan 3 pengikutnya yang diduga telah melakukan aksi teror bom yang meledak pada sebuah bus pada pekan lalu.

“Empat terduga pelaku teror bom itu tewas dalam baku tembak di wilayah Filipina selatan pada Sabtu (15/1),” demikian pernyataan militer Filipina. “Tentara telah menembak mati Norodin Hassan dan 3 pengikutnya dekat Kota Carmen di Provinsi Cotabato,” ucap komandan Divisi Infanteri ke-6 Angkatan Darat Filipina, Mayjen Juvymax Uy.

teror bom yang menyasar sebuah bus terjadi pada Selasa (11/1) yang menewaskan seorang anak berusia 5 tahun dan melukai 6 penumpang bus lainnya. Militer berhasil mengidentifikasi bahwa pelaku teror itu adalah Hassan alias Andot, yang adalah salah satu panglima ISIS di Filipina.

Dalam keterangannya, pihak militer Filipina juga mereka berhasil mengidentifikasi 2 dari 3 pengikut Hassan yaitu Abdonillah Hassan dan Abdonhack Hassan. Pihak militer Filipina tak merinci apakah dua pengikut itu masih bertalian keluarga dengan Hassan.

Mayjen Uy menerangkan bahwa sebelum baku tembak, pasukan yang dipimpinnya telah menerima informasi tentang keberadaan para militan yang diduga melakukan teror bom dan mereka pun melakukan operasi pengejaran. “Upaya kami untuk mengejar kelompok teroris tak ada hentinya hingga mereka tak lagi melakukan aksinya terhadap populasi, properti dan warga sipil lainnya,” ucap Mayjen

Uy.Sejumlah anggota militan terkait ISIS telah dibunuh militer Filipina sejak akhir 2021 lalu seperti Salahuddin Hassan, petinggi militan di wilayah Mindanao selatan yang ada dibawah komando Hatib Hajan Sawadjaan. Pejabat intelijen militer Filipina menyakini bahwa Sawadjaan telah tewas dalam bentrokan pada 2020 walau jasadnya tak ditemukan. ( fikri )