Mencari Arti Terorisme

Ilustrasi Terorisme

Jakarta – Pemaknaan atas teroris tidaklah tunggal, melainkan banyak artikulasi pemaknaan atas kelompok teroris. Dalam banyak kesempatan, Buya Syafii Maarif sering berujar bahwa teroris adalah penganut paham “Teologi Maut”.

Keadaan di mana seseorang lebih memilih mati ketimbang berjuang untuk hidup. Dalam hal ini, Buya Syafii ingin menjelaskan tindakan terorisme jauh dari prinsip kedamaian dan kemanusiaan dan meyakini peham atau keyakinan hidup yang salah.

Haidar Bagir (2017) dalam bukunya Islam Tuhan Islam Manusia, menerangkan ada tiga hal di balik seseorang melakukan aksi terorisme. Pertama, ideologi yang membenarkan jika diikuti. Kedua, adanya kelompok yang memfasilitasi untuk menjalankan ideologi dan berbagai model penerapannya. Ketiga, individu yang termarjinalkan baik dalam kehidupan sosial maupun finansial.

Dengan itu, dapat dimaknai bahwa tindakan terorisme, selain mempunyai konstruksi ideologi, juga membawa tujuan politis di baliknya.

Merujuk Fajar Junaedi (2017) pada artikelnya Relasi Terorisme dan Media menjelaskan teroris dapat dilekatkan pada sekelompok populis yang menggunakan strategi teror dengan bentuk pemboman, pembajakan, dan penculikan untuk meraih tujuan politiknya.

Dengan adanya multidefinisi berkenaan dengan terorisme di atas, terdapat suatu kesimpulan bahwa modus operasional tindakan terorisme dilakukan secara terstruktur dan sistematis, yang sewaktu-waktu dapat terjadi. ( Fikri )