Masyarakat Harus Hati-Hati Terhadap Organisasi Ini !

Ilustrasi Organisasi Terlarang
Ilustrasi Organisasi Terlarang

Jakarta – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Boy Rafli Amar mengajak masyarakat lebih waspada dan memperkuat kesadaran kolektif menghadapi kelompok Khilafatul Muslimin.

“Kemunculan Khilafatul Muslimin ini terjadi lantaran mereka memanfaatkan ruang kebebasan berekspresi yang lumrah ada dalam iklim demokrasi,” Kata Boy Rafli di Jakarta, kemarin.

Menurut dia kemunculan kelompok itu berpotensi menjadi perbuatan yang bisa melanggar hukum. Oleh karena itu perlu kewaspadaan kolektif. Guna mencegah gerakan penyebaran ideologi khilafah ini, Boy menilai pendekatan melalui penegakan hukum semata tidak cukup.

Lebih dari itu, semua pihak perlu membangun dan memperkuat kesadaran kolektif sebagai mekanisme kewaspadaan mendasar yang tertanam di alam bawah sadar semua individu.

Salah satu ihwal yang perlu ditekankan ialah kesadaran bahwa Bangsa Indonesia memiliki empat Konsensus Dasar, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.

“Dengan kita membangun edukasi, semangat kesadaran kolektif inilah yang perlu kita kuatkan. Karena melakukan tindakan-tindakan hukum (terhadap ideologi khilafah), dengan dasar hukum yang ada, saya melihat hukum kita sudah baik. Tinggal bagaimana kita diimbangi dengan tingkat kesadaran warga negara kita,” tutur jenderal bintang tiga ini.

Dari hasil profiling dan pelacakan rekam jejak organisasi yang ada sejak tahun 1997 tersebut, Kepala BNPT mengatakan bahwa sejumlah tokoh yang pernah bergabung di kelompok ini ditemukan terafiliasi dengan sejumlah kelompok teroris, seperti Negara Islam Indonesia (NII) dan Jamaah Islamiyah (JI).

“Kita tahu sel-sel mereka di negeri ini ada. Mereka yang selama, ini katakanlah bagian dari kegiatan (kampanye khilafah) itu. Apakah terkait JI, atau Ansharut Daulah, NII. Jadi, sel-sel yang ada ini ingin memanfaatkan ruang kebebasan itu tetapi apabila ini dibiarkan bisa menyesatkan masyarakat kita,”pungkasnya. ( Fikri )