Khotbah Imam Disebut Radikal Menyebabkan Prancis Tutup Masjid

Masjid di Utara Paris.

Jakarta – Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin mengatakan pada Selasa (14/12) bahwa ia sudah meluncurkan prosedur terkait penutupan masjid akibat khotbah imam yang dinilai radikal.
Darmanin menyampaikan ia telah memulai proses penutupan masjid di Beauvais karena khotbah yang ‘tak dapat diterima.’ Ia juga menilai khotbah imam di masjid tadi menargetkan warga beragama Kristen, homo seksual, dan Yahudi.

Sementara itu, otoritas di wilayah Oise, tempat Beauvais berada, mengumumkan mereka tengah mempertimbangan penutupan masjid akibat khotbah yang dinilai mengandung unsur kebencian, kekerasan, dan membela jihad.

Seorang pejabat di Oise mengatakan pada AFP bahwa pihaknya telah memberikan surat terkait penutupan masjid ini. Namun, pemerintah masih perlu mengumpulkan informasi selama sepuluh hari untuk mengambil keputusan.

Kantor berita Courrier Picard melaporkan imam yang melakukan khotbah tadi baru saja masuk islam.

Seorang pejabat di Oise mengatakan pada AFP bahwa pihaknya telah memberikan surat terkait penutupan masjid ini. Namun, pemerintah masih perlu mengumpulkan informasi selama sepuluh hari untuk mengambil keputusan.

Kantor berita Courrier Picard melaporkan imam yang melakukan khotbah tadi baru saja masuk islam.

Kebijakan ini diambil setelah pembunuhan Samuel Paty. Paty merupakan seorang guru yang dibunuh karena menunjukkan kartun Nabi Muhammad yang dipublikasikan dalam majalah Charlie Hebdo saat mengajar.

Menurut data Kementerian Dalam Negeri, sebanyak 99 masjid dan ruang salat di Prancis telah diinvestigasi karena diduga menyebarkan ideologi separatis. Dari 2.623 masjid dan ruang salat, 21 di antaranya ditutup akibat berbagai alasan. (Rendi)