Kelompok Separatis Menewaskan Tentara Ukrania

Tentara Ukrania Tewas Di Tangan Kelompok Separatis

Kiev – Ukraina melaporkan seorang tentara mereka dibunuh oleh separatis pro-Rusia di timur negara. Peristiwa itu terjadi ketika negara barat menuduh Moskow membangun pasukan di dekat Ukraina.
Dilansir AFP, Jumat (19/11/2021) tentara Kiev telah memerangi pejuang di dua wilayah yang telah memisahkan diri pada 2014 lalu yang berbatasan dengan Rusia. Hal itu terjadi setelah Moskow mencaplok semenanjung Krimea dari Ukraina.

Ukraina dan sekutu Baratnya menuduh Rusia mengirim pasukan dan senjata melintasi perbatasan untuk mendukung separatis. Klaim itu pun dibantah Moskow.

Militer Kiev mengatakan bahwa separatis telah menargetkan posisi militer Ukraina dengan artileri dan mortir. Dia mengatakan ada juga tentara yang terluka parah pada serangan itu.”Akibat permusuhan, satu prajurit terluka parah,” kata militer di Facebook.

Ukraina mengatakan bahwa pihaknya mencari lebih banyak bantuan militer dari sekutu Baratnya setelah mereka menyuarakan keprihatinan atas pergerakan pasukan Rusia di sepanjang perbatasan Ukraina.Video di media sosial dalam beberapa hari terakhir menunjukkan Rusia memindahkan pasukan, tank, dan rudal ke perbatasan Ukraina. Hal itu meningkatkan kekhawatiran atas eskalasi konflik.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken pekan lalu menyuarakan keprihatinan baru tentang gerakan pasukan Rusia. Dia juga memperingatkan Moskow terhadap kemungkinan invasi. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa Barat “meningkatkan” konflik Ukraina dengan mengadakan latihan di Laut Hitam dan menerbangkan pesawat pengebom di dekat perbatasannya.

Setelah peningkatan kekerasan pada awal tahun, Rusia mengerahkan sekitar 100.000 tentara di perbatasan Ukraina pada musim semi ini. Pengerahan tentara itu juga meningkatkan kekhawatiran eskalasi besar dalam konflik.Rusia kemudian mengumumkan penarikan tetapi baik Ukraina dan sekutunya Amerika Serikat mengatakan pada saat penarikan itu terbatas. Konflik tersebut telah merenggut nyawa lebih dari 13.000 orang. (Rendi)