Jelang Olimpiade Musim Dingin, China Memperketat Aturan Masuk Beijing

Pemerintah China memperketat aturan masuk Beijing demi mencegah Covid-19 menjelang Olimpiade Musim Dingin yang akan berlangsung pada Februari 2022

China – Pemerintah China memperketat aturan masuk Beijing demi mencegah Covid-19 menjelang Olimpiade Musim Dingin yang akan berlangsung pada Februari 2022.
“Beijing adalah ibu kota negara dan punya koneksi internasional dan regional yang kuat. Virus jangan sampai masuk ke Beijing dan menyebar di Beijing,” ujar juru bicara pemerintah Kota Beijing, Xu Hejian, seperti dikutip AFP, Selasa (16/11).

Dalam aturan itu, pemerintah akan mengurangi jumlah penerbangan domestik ke Beijing. Penerbangan dari area yang berisiko tinggi juga akan dikurangi atau dibatasi dalam satu hari, dengan kapasitas penumpang juga dipangkas.

Pemerintah juga meminta semua pengunjung harus menunjukkan hasil tes negatif Covid-19 dalam 48 jam terakhir sebelum keberangkatan.

Aturan baru itu juga meliputi tes Covid setiap tiga hari untuk lebih dari 30 ribu pekerja yang mengurus barang-barang impor.

Pemerintah menerapkan aturan ini karena lonjakan kasus di periode sebelumnya terkait dengan pekerja pasar dan pelabuhan di Provinsi Qingdao.

Jumlah kasus di China sendiri sebenarnya lebih rendah dari pada kebanyakan negara. Hari ini, Rabu (17/11), Beijing hanya melaporkan 8 kasus Covid-19 lokal.

Secara keseluruhan, China melaporkan total 98.392 kasus Covid-19 di China dengan 4.636 kematian sejak pandemi melanda.

Meski demikian, pihak berwenang tak mau ambil risiko lantaran Beijing menjadi pusat perhatian internasional menjelang Olimpiade Musim Dingin.

Untuk mencegah penularan Covid-19, China juga tak mengizinkan penonton dari luar wilayah menghadiri Olimpiade Musim Dingin.

Selama ini, pemerintahan Xi Jinping menerapkan strategi nol-Covid, sehingga jika satu kasus saja ditemukan, pemerintah akan langsung bergerak.

Namun kini, pemerintah dianggap bakal menghadapi tantangan besar karena banyak atlet internasional akan tiba di Beijing pada Februari mendatang.

Sekitar 2.900 atlet akan mengikuti ajang olahraga itu. Untuk dapat masuk Beijing, mereka harus sudah divaksin dan akan menjalani karantina selama 21 hari. Selain itu, mereka akan dites setiap hari. (Rendi)