Gus Yadi Geram Terhadap Gerakan- Gerakan separatisme Di Dalam NKRI

Panglima Komando PGN Wilayah Bali dan Indonesia Timur, Gus Yadi (tengah)

Denpasar – Polda Bali diminta Patriot Garuda Nusantara (PGN) untuk mengusut laporan ihwal menyusul dugaan makar dan kejadian bentrok dalam aksi Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Bali pada Rabu, 1 Desember 2021.

Panglima Komando PGN Wilayah Bali, Gus Yadi mengaku geram dan akan bersurat kepada Kapolri, Panglima TNI, Menteri Dalam Negeri hingga Presiden RI agar memberikan atensi kebijakan terhadap gerakan-gerakan separatisme di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kami meminta Kapolri menginterupsi Polda Bali untuk segera menindaklanjuti laporan PGN Bali sejak tiga bulan yang lalu yang sampai saat ini belum ada respons dari Polda Bali,” kata Panglima Komando PGN Wilayah Bali, Gus Yadi dalam juma pers di Markas Komando Wilayah PGN Bali, Denpasar Bali pada Sabtu 4 Desember 2021.

Pada kesempatan itu, Ketua PGN Wilayah Bali Daniar Tri Dasongko, berharap adanya perhatian dari pemerintah dan kepolisian dari level pusat dan daerah hingga Gubernur Papua agar kejadian – kejadian serupa tidak terulang kembali karena dinilai meresahkan masyarakat serta separatisme tidak mengakar di NKRI.

“Kami khawatir gerakan-gerakan separatis dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat Bali mengeluarkan pendapat di muka umum memang dilindungi undang-undang, tapi yang disuarakan mengarah ke dugaan makar, kan ada ranah hukumnya, mereka ingin memisahkan dari sebagian wilayah negara,” katanya.

“Kalau diproses dan ditindak tegas polisi mereka akan dua kali memikirkan melakukan aksi-aksi serupa, polisi lamban menangani ini sehingga terjadi aksi-aksi kerusuhan,” imbuhnya.

Dikonfirmasi Tribun Bali secara terpisah, Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Syamsi, SH, menuturkan, masih berkoordinasi dengan Direktorat Reserse Kriminal Umum dan perkembangannya akan disampaikan kemudian. “Nanti kalau sudah ada perkembangan saya sampaikan,” ucap Kabid Humas Polda Bali. ( Fikri )