China Sindir Australia Ikut Boikot Olimpiade

ilustrasi.

Beijing – China memprotes Australia karena mengikuti jejak Amerika Serikat memboikot Olimpiade Musim Dingin Beijing. Negeri Tirai Bambu menyindir Negeri Kanguru yang sebelumnya menyatakan ingin memperkuat relasi kedua negara.
“China sekali lagi mendesak Australia mengambil langkah nyata untuk meningkatkan hubungan diplomatik yang menguntungkan,” demikian pernyataan resmi Kedutaan Besar China di Australia, Rabu (8/12).

China kemudian menegaskan bahwa Australia bertanggung jawab penuh atas kondisi hubungan kedua negara saat ini.

Menurut China, keputusan Australia tak mengirim utusan diplomatik ke Olimpiade Musim Dingin Beijing bertentangan dengan harapan mereka untuk merapatkan hubungan dengan Beijing.

“(Itu) bertentangan dengan pernyataan publik soal apa yang disebut harapan bahwa hubungan China-Australia bisa meningkat,” tulis Kedubes China.

Selain itu, Kedubes China juga membahas Presiden Komite Olimpiade Australia telah menyetorkan daftar atlet yang akan berpartisipasi dalam Olimpiade Musim Dingin.

“Kami berharap atlet Australia menampilkan yang terbaik dalam Olimpiade Musim Dingin Beijing dan yakin mereka juga akan menyaksikan olimpiade yang lancar, aman, dan indah.”

China menegaskan bahwa kesuksesan Australia dalam olimpiade itu bergantung pada performa atlet Negeri Kanguru.

“Bukan bergantung pada kehadiran pejabat Australia, dan sikap politik dari Politisi Australia,” lanjut pernyataan itu.

Australia memutuskan mengikuti langkah AS untuk memboikot diplomatik Olimpiade Musim Dingin di Beijing, China, yang akan digelar pada Februari 2022 mendatang.

“Pejabat pemerintah Australia, oleh karena itu, tidak akan pergi ke China untuk menghadiri pertandingan itu,” ujar Perdana Menteri Australia, Scott Morrison.

Keputusan itu, lanjutnya, diambil mengingat Australia mengalami hambatan membuka hubungan diplomatik dengan China.

Hubungan China dan Australia tak kunjung harmonis usai Canberra melarang Huawei Technologies dari jaringan broadband 5G Australia pada 2018.

Keduanya semakin regang saat Canberra menyerukan penyelidikan independen soal sumber Covid-19. Terakhir, kedua negara juga bersitegang karena kesepakatan trilateral AUKUS.

AS lebih dulu mengumumkan boikot diplomatik terhadap Olimpiade Musim Dingin Beijing. Boikot itu berdasarkan dugaan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan China di Xinjiang. (Rendi)