Catatan Panjang Dosa KKB Papua di 2021, KSAD Dudung Minta Di BackUp

Teroris KKB menyerang TNI-Polri hingga membakar fasilitas umum seperti SD hingga puskesmas di Kabupaten Pegunungan Bintang.

Jakarta – Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman meminta para prajurit menggunakan pendekatan lain dalam menangani kelompok kriminal bersenjata (KKB). Dia meminta prajurit TNI merangkul anggota KKB untuk kembali ke pangkuan NKRI.
“Satgas tidak harus memerangi KKB, namun mereka perlu dirangkul dengan hati yang suci dan tulus karena mereka adalah saudara kita. Keberhasilan dalam tugas bukan diukur dengan dapat senjata namun bagaimana saudara kita bisa sadar dan kembali ke pangkuan NKRI,” kata Dudung seperti dilansir Antara.

Hal itu disampaikannya saat memberikan pengarahan kepada prajurit TNI AD, Persit KCK, dan Satgas Yonif PR 328/Dirgahayu di Markas Batalion Raider 754/ENK20/3 Kostrad di Timika, Papua.

Dudung datang ke Papua, terutama ke wilayah Timika, kali ini dalam rangka mengunjungi satuan tugas operasi di Papua guna mendengarkan berbagai masukan dari prajurit dan mencari solusi mengatasi kesulitan yang dihadapi para prajurit dalam melaksanakan tugas operasi di Papua.

Kepada para prajurit TNI AD, dia berpesan bahwa mereka bertugas di Papua demi pengabdian kepada bangsa dan negara, serta menjaga dan melindungi masyarakat Papua.

Dia mengatakan tolok ukur keberhasilan tugas seorang prajurit TNI ialah disayangi, dicintai, dibanggakan, dan dikagumi oleh rakyat Papua.

“Bila kalian selesai satgas dan masyarakat menangisi kalian karena masih ingin kalian tugas dan tinggal bersama-sama dengan mereka, berarti kalian sudah berhasil merebut hati dan simpati masyarakat Papua,” ujar dia.

Hal senada disampaikan Dudung saat mengunjungi Kodam Kasuari di Manokwari, Papua Barat. Dia mewanti-wanti prajurit untuk tidak berpikir membunuh KKB. Sebaliknya, dia ingin prajurit TNI memikirkan cara mengamankan masyarakat dari KKB.

“Prajurit-prajurit yang melaksanakan tugas di wilayah konflik seperti di wilayah Papua, jangan berpikir ingin membunuh KKB. Tetapi harus berpikir bagaimana melaksanakan tugas negara untuk mengamankan masyarakat Papua yang saat ini diintimidasi oleh kelompok-kelompok radikal bersenjata,” kata Dudung, Kamis (25/11).

Dudung meminta prajurit TNI mencintai masyarakat Papua seperti mencintai diri sendiri. Dia menegaskan TNI hadir di tengah masyarakat untuk menangkap kesusahan masyarakat.

Sepanjang 2021, tercatat KKB tak berhenti membuat onar. Mereka menyerang aparat TNI-Polri, warga, bahkan hingga tenaga kesehatan (nakes).

Mereka juga merusak fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos). Kekejian KKB juga membuat masyarakat Papua ketakutan hingga sempat mengosongkan kampung dan mengungsi ke kantor TNI dan Polri.

Pada tahun ini juga label ‘teroris’ disematkan kepada KKB. Keputusan itu dibuat pemerintah terkait insiden Kepala BIN Daerah (Kabinda) Papua Brigjen TNI Putu Dani Nugraha Karya gugur setelah ditembak KKB pada April 2021. (Rendi)