Cara Mengatasi Intoleransi dan Radikalisme

Lawan Radikalisme
Lawan Radikalisme

Jakarta – Indonesia merupakan negara dengan tingkat keberagaman yang tinggi. Mulai dari suku, ras, bahasa, budaya, bahkan agama. Berdasarkan keberagaman inilah munculnya nilai-nilai Pancasila dan Pembukaan UUD 1945 yang menyatukan Indonesia sehingga Indonesia dikenal sebagai negara kesatuan. 

Seiring dengan berkembangnya zaman, nilai-nilai tersebut memudar sehingga menjadi sumber konflik sosial. Salah satu konflik yang saat ini masih terus berjalan di ranah publik adalah intoleransi dan radikalisme. Permasalahan intoleransi dan radikalisme agama semakin marak muncul di Indonesia. Salah satu contoh bentuk permasalahan intoleransi dan radikalisme adalah dengan adanya penyebaran kebencian, perusakan tempat ibadah, ataupun kekerasan berbasis agama. 

Intoleransi dapat terjadi karena sikap diskriminatif yang dimiliki oleh seseorang dan merasa dirinya paling benar. Selain itu, intoleransi juga dapat terjadi akibat pendidikan mengenai toleransi tidak ditanamkan dan dipraktikkan sejak usia dini. Sedangkan Radikalisme berasal dari bahasa Latin radix yang berarti “akar”. Radikalisme merupakan paham yang menghendaki adanya perubahan besar sampai ke akarnya. Radikalisme diwujudkan dalam bentuk penolakan hingga perlawanan secara ekstrem terhadap sesuatu yang ditentangnya. 

Upaya yang dapat dilakukan dalam mengatasi intoleransi dan radikalisme dimulai dengan memberikan pengetahuan terkait intoleransi dan radikalisme kepada masyarakat Indonesia terutama mahasiswa yang masih rentan dan labil terhadap paham dan ideologi yang dianut. Hal ini dilakukan sebagai langkah pencegahan munculnya sikap intoleransi dan radikalisme di masyarakat. 

Kesimpulannya, Intoleransi dapat terjadi karena sikap diskriminatif yang dimiliki oleh seseorang dan merasa dirinya paling benar. Selain itu, intoleransi juga dapat terjadi akibat pendidikan mengenai toleransi tidak ditanamkan dan dipraktikkan sejak usia dini. Tindakan radikal muncul karena individu/kelompok radikal tidak dapat menerima perbedaan. Dan tindakan radikal ditandai dengan adanya ujaran kebencian di masyarakat bahkan tindakan kekerasan yang mengatasnamakan pembelaan agama. Upaya yang dapat dilakukan dalam mengatasi intoleransi dan radikalisme yaitu memberikan pengetahuan mengenai intoleransi dan radikalisme, menanamkan nilai-nilai Pancasila, dan bijak dalam menggunakan media sosial. ( M.Robi )

Sumber : Kompasiana.com