Boy Rafli Amar: Menjelaskan Aktivitas Tiap Kelompok Teroris Nasional

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Boy Rafli Amar.

Jakarta – Dalam presentasinya, Boy turut memperlihatkan perkembangan jaringan teror nasional, seperti Teroris, Jamaah Islamiyah (JI) yang hingga kini belum menentukan pimpinan kelompok. Mereka masih menunjuk para koordinator wilayah untuk mengembangkan struktur di wilayah masing-masing. Selain itu, beberapa bidang struktur markaziah juga telah dinonaktifkan.

Kemudian kelompok Jamaah Ansharul Khilafah (JAK) saat ini terpecah menjadi dua kelompok, yaitu JAK pimpinan Arham alias Abu Hilya yang fokus pada pengembangan Rumah Quran Imam Ahmad dan badan amal.

Kemudian, kelompok kedua adalah JAK pimpinan Suherman yang fokus pada pengelolaan Baitul Mal Watanwil dalam memberikan santunan terhadap janda -janda yang ditinggalkan anggota JAK yang berjihad.

Selanjutnya, kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) terpantau saat ini pergerakan mereka bersifat ke daerah dan aktif di media sosial untuk melakukan propaganda. Selanjutnya mereka juga melakukan pengembangan jamaah melalui pembangunan pondok pesantren yang terafiliasi dengan jaringan JAD.

Lalu, Jamaah Ansharusy Syariah (JAS) yang diestimasikan kegiatannya terpusat di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Pergerakan kelompok ini terfokus kepada kegiatan politik dan bergabung dengan kelompok kelompok intoleran, seperti FPI.

Sedangkan Negara Islam Indonesia (NII) pergerakannya fokus dalam bidang dakwah, penguatan wilayah ekonomi, dan penegakan syariat Islam. Proses rekrutmen yang dilakukan saat ini dilakukan melalui tiga tahapan yaitu: (1) perekrutan awal (2) pembinaan anggota baru, (3) pengkaderan anggota NII.

Sementara untuk kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) sendiri merupakan organisasi teroris yang dipimpin Ali Kalora yang telah tewas ketika kerap melancarkan serangannya di Poso, Sulawesi Tengah

Saat ini hanya tersisa empat anggota MIT Poso yang masuk dalam DPO, yaitu Askar alias Jaid alias Pak Guru, Nae alias Galuh alias Muklas, Suhardin alias Hasan Pranata, dan Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang. ( Fikri )