BNPT Prioritaskan Progam Pencegahan Radikalisme dan Terorisme di Kabupaten/Kota

BNPT Prioritaskan Progam Pencegahan Radikalisme dan Terorisme di Kabupaten dan Kota
BNPT Prioritaskan Progam Pencegahan Radikalisme dan Terorisme di Kabupaten dan Kota.

ACEH – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melakukan pertemuan dengan Kepala Badan Kesbangpol Aceh, Drs. Mahdi Efendi beserta jajarannya di Ruang Memorial Badan Kesbangpol Aceh, Kamis 12 Mei 2022.

Kasubdit Pemberdayaaan Masyarakat BNPT, Kolonel (Czi)  Rahmad Suhendro, dalam penjelasannya menyebutkan BNPT akan memperioritaskan kegiatan Sosialisasi Pencegahan Paham Radikalisme dan Terorisme di daerah Tingkat II (Kabupaten/Kota) di setiap provinsi.

“Penting kita menjangkau ke Wilayah Kabupaten/Kota, guna menyampaikan pesan-pesan akan bahaya radikalisme dan terorisme, tidak menutup kemungkinan pula adanya bahaya penyusupan oleh orang asing yang membawa isu agama dan paham radikal di wilayah provinsi khususnya di daerah tingkat II. Maka dari itu harus dipikirkan strategi terbaik untuk menciptakan kekebalan bagi masyarakat dari paham radikal terorisme,” tutur Kolonel Rahmad.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Aceh, Drs. Mahdi Efendi dalam sambutannya menyebutkan sangat menyambut baik rencana tersebut. Dia menegaskan kondisi Aceh saat ini sudah cukup stabil, tidak ada lagi kasus/insiden terorisme paska pelatihan teroris di Gunung Jalin Jantho pada tahun 2010 lalu.

“Pada peristiwa penyergapan pelaku pelatihan teroris di Gunung Jalin Jantho Tahun 2010, saya merupakan salah satu saksi insiden kontak senjata di Leupung, Karena saat itu saya sedang menjabat sebagai Camat Leupung, Kabupaten Aceh Besar,” kata Drs. Mahdi.

“Alhamdulillah, pasca insiden 2010, tidak ada lagi kita dengar adanya pelatihan terorisme terbesar di Aceh, kecuali  upaya preventive strike Densus 88 terhadap teroris di Wilayah Gunung Salak, Aceh Utara tahun 2018 dan tahun 2021 di beberapa lokasi di Aceh seperti Kota Langsa, Aceh Besar dan Banda Aceh,” tambah dia.

Dalam kesempatan itu, Drs. Mahdi juga menyampaikan Badan Kesbangpol Aceh memiliki banyak program yang bermuara pada pencegahan radikalisme dan terorisme melalui unit-unit bidang dibawah kendalinya.

“Bahkan kami sudah ada MoU dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) untuk penguatan paham Pancasila, serta MoU dengan Dinas Pendidikan Dayah Aceh untuk dapat masuk ke dayah perbatasan guna memperkuat ketahanan masyarakat dari bahaya pengaruh paham radikal serta penguatan cinta akan tanah air Indonesia. Kita juga berharap adanya pengaktifan kembali siskamling di tingkat desa, guna mengantisipasi masuknya orang asing yang membawa pengaruh paham radikalisme dan terorisme,” jelas dia.

Senada dengan Kaban Kesbangpol, Kabid Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional Badan Kesbangpol Aceh Dedy Andrian menuturkan pada unit bidang yang dikelolanya, memiliki beberapa progam yang berkaitan dengan pencegahan radikalisme dan terorisme melalui Sosialisasi dan FGD Pencegahan radikalisme dan terorisme dengan melibatkan kalangan intelijen, pelajar, aparatur pemerintah dan tokoh masyarakat.

“Perlunya merangkul dan memantau kelompok yang disinyalir anti pemerintah serta melakukan langkah-langkah antisipasi adanya potensi penyusupan isu-isu radikal dalam kasus kedatangan pengungsi Rohingya secara bergelombang ke Aceh,” ucap Dedy. ( M.Robi )