BNPT: POLRI Harus Bersih Dari Virus IRT

Kepala BNPT Menghadiri Rakernis POLRI Tahun 2022
Kepala BNPT Menghadiri Rakernis POLRI Tahun 2022

Magelang – Virus Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme (IRT) dapat memburu dan menjangkiti siapa pun. Sebagai alat negara, sumber daya manusia (SDM) di tubuh Polri harus terbebas dari virus IRT ini.

Kualitas SDM Polri yang bersih dari virus Intoleransi, Radikalisme dan Intoleransi menjadi syarat dalam mewujudkan Polri Presisi dalam rangka mendukung reformasi struktural.

“SDM yang unggul di tubuh Polri harus bebas dari virus intoleransi, radikal dan terorisme. Kita berharap di tubuh Polri tidak ada benih intoleransi, radikalisme dan terorisme. Karena Polri alat negara. Kalau terkena virus ini gak bisa jadi alat negara yang baik lagi,” jelas Kepala BNPT, Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar, M.H., saat memberikan pemaparan pada kegiatan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) SDM Polri T.A 2022 “SDM Unggul Menuju Polri Presisi Dalam Rangka Mendukung Reformasi Struktural” di Magelang pada Jumat (1/4).

Boy Rafli menambahkan selama ini seperti lembaga pemerintahan yang lainnya, di tubuh Polri sejumlah anggota ada yang pernah terpapar dan terlibat tindak pidana terorisme. Mereka terpengaruh narasi propaganda radikal terorisme lewat media sosial.

“Pergaulan mereka dengan narasi radikal terorisme berawal dari medsos. Kami berharap jangan ada yang ikut seperti ini,” katanya.

Ke depan, Boy berharap SDM Polri menjadi garda terdepan memastikan anggota Polri dan ASN di dalamnya terhindar dari sikap dan prilaku intoleransi, radikalisme dan terorisme. SDM Polri harus mampu menyikapi dengan bijak fenomena VUCA (Votality, Uncertainty, Ambiguity, Complexity) berkaitan dengan masifnya propaganda radikal terorisme terutama kepada generasi muda yang masih baru mengabdi di tubuh Polri.

“Lulusan baru harus dipastikan memiliki karakter kebangsaan yang kuat agar mereka tidak terjerumus radikal terorisme dengan menghadapai fenomena kondisi VUCA saat ini,” katanya.

Dalam proses rekruitmen anggota  baru, SDM Polri  diharapkan dapat melakukan identifikasi dan profiling digital serta penguatan nilai wawasan kebangsaan, konsesus berbangsa dan bernegara serta peningkatan rasa cinta tanah air dalam kurikulum pendidikan. Selain itu penguatan fungsi mapping dan monitoring serta perawatan agar nantinya juga anggota Polri yang masuk masa purna tugas dapat menjadi agen di masyarakat dalam mencegah masuknya intoleransi, radikalisme dan terorisme.

Lebih lanjut berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo pada Rapim TNI-Polri 2022, Kepala BNPT mengimbau SDM Polri dapat menciptakan kedisiplinan nasional termasuk keluarga (agar disiplin dalam bermedsos dan tidak  mengundang penceramah radikal. “Keluarga, saudara kita jangan sampai ada yang  terpengaruh paham radikal terorisme karena terpengaruh propaganda teroris yang menunggangi narasi agama,” katanya. ( M.Robi )