BNPT Deradikalisasi Napiter Lewat Klinik Pancasila

Ilustrasi

Jakarta, CTRS.iD – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme menggulirkan “Klinik Pancasila” sebagai salah satu cara untuk melakukan deradikalisasi terhadap narapidana terorisme (napiter).

Klinik Pancasila disebut mempunyai pola pembinaan yang sederhana, tetapi efektif. Pertama, napiter akan diberikan pemahaman dan pembelajaran terkait nilai-nilai Pancasila. Kemudian, napiter yang akhirnya menerima, mengerti dan mau mengamalkan nilai-nilai Pancasila akan ditunjuk menjadi “Dokter Pancasila” di Klinik Pancasila.

Selanjutnya mereka akan mengajarkan dan memberi pengertian terkait Pancasila ke narapidana yang lainnya. Inilah yang disebut dengan deradikalisasi proxy.

“Dulu masih bentuknya diskusi-diskusi Pancasila, Tapi sekarang caranya lain. Warga binaan (Napiter) ini bertindak sebagai Dokter Pancasila. Nanti mereka inilah yang akan mendidik warga binaan lain untuk menerima Pancasila dan mengamalkan Pancasila. Warga binaan yang sakit-sakit sila Pancasila-nya akan dinasehati oleh mereka. Ini namanya Deradikalisasi menggunakan proxy,” kata Prof. Irfan dalam acara “Pancasila Dalam Tindakan: Bersatu Untuk Indonesia Tangguh Dalam Rangka Memperingati Hari Lahir Pancasila” di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas 1 Cipinang, Jakarta sebagaimana dilansir dari laman bnpt.go.id, Senin (26/6/2021).

Menurut Prof. Irfan, para napiter yang menjadi Dokter Pancasila secara tidak langsung diuji kemampuan dan keseriusannya dalam menerima, memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

“Ikrar kepada NKRI itu bukan hanya tanda tangan saja, tapi dia harus bisa menjelaskan, melaksanakan nilai-nilai Pancasila,” tuturnya.*ristia