Barikade Gus Dur Jatim: Tumbuhkan Toleransi, Cegah Radikalisme di Indonesia

0
69
Yenny Wahid saat menjadi pembicara dialog kebangsaan yang digelar DPW Barikade Gus Dur Jawa Timur di Pendapa Muda Graha Kabupaten Madiun
Yenny Wahid saat menjadi pembicara dialog kebangsaan yang digelar DPW Barikade Gus Dur Jawa Timur di Pendapa Muda Graha Kabupaten Madiun

MADIUN – Demi menumbuhkan rasa toleransi dan mencegah radikalisme, DPW Barikade Gus Dur Jawa Timur menggelar dialog kebangsaan di Pendapa Muda Graha Kabupaten Madiun, Sabtu (17/9/2022).

Saat acara itu, Kepala Barikade Gus Dur Hj. Yenny Wahid sebenarnya menyatakan bahwa bangsa Indonesia saat ini sedang mengalami kehancuran, tantangan ekologis dan emosional. sehingga masyarakat dapat mengelola tantangan tersebut dengan baik.

“Terutama bagi Barikade Gus Dur harus menjadi pelopor toleransi. Sekarang ini, banyak negara lain yang tidak sebebas dan sebaik Indonesia dalam mengekspresikan agama,” katanya.

Oleh karena itu, putri Presiden ke-4 Republik Indonesia ini mengajak semua untuk selamanya bersyukur dan bangga memiliki ideologi Pancasila yang memudahkan seluruh warga negara dalam segala bidang, terutama kehidupan beragama, dan menciptakan kerukunan antarumat beragama.

“Di Indonesia kita masih diberikan kekuatan dan kesadaran untuk tetap rukun meskipun adanya perbedaan karena kita memiliki ideologi Pancasila,” terang Yenny Wahid.

Menurut dia, Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi dinilai mampu menjadi penyangga keutuhan bangsa yang mana di dalamnya terdapat para tokoh ulama sebagai pewaris ajaran Nabi Muhammad SAW.

“Sampai saat ini, kiai dan para tokoh NU masih tetap eksis mengajarkan nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil alamin. Dengan harapan pada tahun 2045 nanti Indonesia menjadi kekuatan ekonomi terbesar ke-4 di dunia,” ujar Yenny.

Bupati Madiun Ahmad Dawami mengatakan saat ini banyak orang yang mudah tergerak oleh kebencian. Untuk itu, dia berharap dialog nasional yang dikembangkan BArikade Gus Dur menjadi benteng dan fasilitator yang menumbuhkan rasa cinta dan kekeluargaan.

“Banyak yang lupa, tentang alasan berdirinya negara yakni rakyat, wilayah, pemerintah yang sah, dan pengakuan dari negara lain. Dan saya yakin BGD ini penggerak, penggerak masyarakat dengan kasih sayang,” kata pria yang akrab disapa Kaji Mbing saat membuka dialog kebangsaan.

Turut hadir Kepala Bakorwil Madiun, Kasubdit Sosbud Ditintelkam Polda Jatim AKBP Agus Prasetyo, Forkopimda Kabupaten Madiun, sejumlah Kepala OPD Pemkab Madiun, PCNU Kabupaten Madiun, serta FKUB Kabupaten Madiun.

Sebagai informasi, Dialog Kebangsaan yang membahas pencegahan radikalisme tersebut juga diikuti oleh Barikade Gus Dur se-eks Karesidenan Madiun, meliputi, Kabupaten/Kota Mbarikadeadiun, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Pacitan, dan Kabupaten Ngawi. ( RBY )