Bantuan Rumah Istri Alm. Ali Kalora

Istri almarhumAli Kalora, Tni Susanti Kaduku alias Umi Fadil.
Istri almarhumAli Kalora, Tni Susanti Kaduku alias Umi Fadil.

Palu – Polda Sulawesi Tengah memberikan bantuan renovasi rumah kepada mantan narapidana teroris Tini Susanti Kaduku alias Umi Fadil, istri Ali Kalora, mantan pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang tewas setelah dilumpuhkan tim Satgas pemberantasan terorisme dalam Operasi Madago Raya pada September 2021 lalu.

“Terima kasih banyak sudah membantu. Kalau saya Insyaallah menjalani hidup, khususnya untuk anak-anak sekolah,” ujar Tini Kaduku usai penyerahan bantuan renovasi rumah, di Desa Kalora, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Selasa, 8 Maret 2022.

Kapolda Sulteng Irjen Pol Rudy Sufahriadi bersama Gubernur Sulteng Rusdy Mastura bersama organisasi perangkat daerah lainnya menyerahkan hasil renovasi rumah tersebut kepada keluarga almarhum Ali Kalora.

Selain bantuan renovasi rumah, Tini Kaduku juga mendapat bantuan uang tunai, dan nantinya akan diberikan sebagai modal usaha pembuatan roti. Bantuan yang diberikan kepada Tini Kaduku dilakukan sebagai bagian dalam program deradikalisasi.

Usai memberikan sambutan, Rudy menyerahkan kunci rumah secara simbolis yang diterima perwakilan keluarga almarhum Ali Kalora, yang dilanjutkan dengan pengguntingan pita dan peninjauan rumah. Ia berharap bantuan renovasi rumah tersebut dapat menjadi pengikat silaturahmi.

“Hari ini kita serahkan kepada ibu Tini. Semoga rumah ini menjadi pengikat silaturahmi antara saya dengan masyarakat, dengan jajaran, dengan bapak Danrem, dengan pemerintah daerah. Kita akan berusaha memperbaiki apa yang sudah dilakukan dulu-dulu, semoga menjadi baik untuk kita semua kedepannya,” tutur Rudy.

Deputi 2 BNPT Irjen Pol Ibnu Suhaendra mendukung penuh langkah Kapolda. Bantuan ini diharapkan napiter kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Ini adalah bagian dari reintegrasi sosial. Istri Ali Kalora memang pernah menjadi napiter, tetapi dia tetap WNI yang dilindungi hak-haknya. Termasuk hak untuk memulai hidup baru sebagai warga yang setia pada NKRI,” ujarnya. 

Sebelumnya, Tini Kaduku diketahui telah menjalani masa hukumannya, setelah divonis 3 tahun penjara saat menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Ia dinyatakan bersalah karenamenjadi pengikut kelompok MIT yang awalnya di pimpin Santoso alias Abu Wardah, dan ikut bergerilya bersama suaminya di belantara hutan Kabupaten Poso dan sekitarnya, hingga akhirnya tertangkap tim Densus 88 di Poso. ( Abdul Mapakhir )