AS Batalkan Bantuan Militer Rp 1,86 Triliun Mesir

Joe Biden
Presidden AS Joe Biden

Washingthon – Pemerintahan Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan membatalkan bantuan militer senilai US$ 130 juta atau sekitar Rp 1,86 triliun ke Mesir terkait masalah hak asasi manusia. Pada Sabtu (29/1/2022), tiga sumber yang mengetahui keputusan itu mengatakan kepada Reuters.

Menteri Luar Negeri Anthony Blinken mengatakan pada September bahwa bantuan akan ditahan jika Mesir tidak menangani kondisi khusus terkait hak asasi manusia.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia telah meminta pemerintah untuk memblokir seluruh US$ 300 juta (Rp 4,3 triliun) dari Pembiayaan Militer Asing kepada pemerintah Abdel Fattah al-Sisi. Sisi, yang menggulingkan Ikhwanul Muslimin pada 2013. Kelompok HAM telah mengawasi tindakan keras terhadap perbedaan pendapat yang telah diperketat dalam beberapa tahun terakhir.

Senator AS Chris Murphy, seorang Demokrat dan sekutu Presiden Joe Biden, menyambut baik keputusan itu. Dia mengatakan Sisi telah gagal memenuhi “kondisi hak asasi manusia yang sempit dan sepenuhnya dapat dicapai” pemerintah.

“Ini mengirimkan pesan penting ke luar negeri bahwa kami akan mendukung komitmen kami terhadap hak asasi manusia dengan tindakan dan pergilah hari-hari di mana para diktator menerima cek kosong dari Amerika,” kata Murphy.

Namun Departemen Luar Negeri tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Ditanya tentang bantuan dalam konferensi pers pada Kamis (27/1), juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price mengatakan Blinken belum membuat keputusan.

“Kami percaya bahwa kemajuan berkelanjutan dalam hal hak asasi manusia hanya akan memperkuat hubungan bilateral kami dengan Mesir,” kata Price.

Keputusan itu muncul setelah pemerintah menyetujui potensi penjualan radar pertahanan udara dan rencana C-130 Super Hercules ke Mesir dengan nilai gabungan lebih dari US$ 2,5 miliar (Rp 35,9 triliun). ( Fikri )