Apakah Afghanistan Cs Dalang Kerusuhan Kazakhstan

Demonstran bentrok dengan petugas polisi saat protes terhadap kenaikan harga bahan bakar menyebar di seluruh negeri di Aktobe, Kazakhstan. (AFP)

Jakarta – Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev mengatakan militan dari Asia Tengah, Afghanistan, dan Timur Tengah, menjadi dalang di balik kerusuhan yang memuncak di sana sejak pekan lalu.

Kazakhstan terguncang setelah kekerasan terburuk dalam sejarahnya baru-baru ini. Negara tersebut pada Senin (10/1) sedang berkabung karena puluhan orang tewas dalam bentrokan tersebut.

“Saya tidak ragu itu adalah serangan teror,” kata Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev kepada Presiden Dewan Eropa Charles Michel, seperti diberitakan AFP, Senin (10/1).

“Serangan itu terorganisasi dengan baik dan melibatkan pejuang asing dari negara-negara Asia Tengah, Afghanistan, dan Timur Tengah,” tuturnya.

Dia menuding pra militan berusaha menciptakan suatu kekacauan untuk merebut kekuasaan. Terpisah, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan Menteri Luar Negeri China Wang Yi turut membahas situasi di Kazakhstan dan menyuarakan dukungan tegas mereka atas negara tersebut.

Kedua menteri luar negeri tersebut menekankan keprihatinan mereka tentang intervensi kekuatan eksternal, termasuk partisipasi tentara bayaran asing dalam serangan kepada warga sipil dan pejabat penegak hukum.

Namun, pemerintah Kazakhstan dan Rusia berulang kali menyahlahkan kerusuhan pada ‘bandit teroris’ dari luar negeri tanpa memberikan bukti. Presiden Tokayev bahkan juga mengklaim kerusuhan itu disebabkan ‘teroris’ dalam negeri.

Para teroris ini, kata Tokayev, terlatih melakukan sabotase ideologi, menggunakan informasi salah secara terampil, dan mampu memanipulasi hati masyarakat. Ia bahkan mengeluarkan izin bagi aparat untuk menembak mati para perusuh tanpa peringatan.

Namun, klaim ini dibantah oleh para demonstran.

Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri Kazakhstan melaporkan pasukan pemerintah telah menangkap 7.939 orang per pada Senin (10/1) akibat kerusuhan yang memuncak sejak pekan lalu.

Presiden Kazakhstan, Kassym-Jomart Tokayev juga telah menahan Kepala Komite Keamanan Nasional Kazakhstan, Karim Masimov, atas dugaan pengkhianatan pada pekan lalu. ( Fikri )