Alasan Munarman Yakini Paham Radikalisme

Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Timur
Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Timur

Jakarta – Jaksa penuntut umum mengungkapkan alasan terdakwa kasus dugaan tindak terorisme Munarman diyakini memiliki pemahaman radikalisme.

Dalam pembacaan replik, jaksa menjelaskan sesuai keterangan ahli psikologi dalam persidangan sikap radikalisms yang dimiliki Munarman tergolong tinggi karena memenuhi 12 kriteria yang sudah diuraikan surat tuntutan.

Dua kriteria di antaranya adalah meyakni propaganda kelompok radikal dan teguh mendukung segala tindak kegiatannya sebagai bagian dari perjuangan.

“Menurut ahli dalam persidangan meyakini kebenaran propaganda kelompok radikal dan teguh segala tindak kegiatan mereka sebagai bagian perjuangan merupakan salah satu kriteria radikalisme,” ujar jaksa di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (23/3/2022).

Jaksa menambahkan selain kriteria itu riwayat aktivitas kajian dengan konten-konten radikal juga merupakan salah satu kriteria radikalisme. Jaksa mengatakan kegiatan pengisian materi oleh Munarman dalam acara di Markas FPI Makasar pada 24 Januari 2015 dan 25 Januari 2015 masuk dalam kriteria tersebut.

“Hal tersebut merupakan aktivitas mengikuti kajian apapun dan di manapun dengan konten radikal bahkan sebagai pengisi materi,” tandas Jaksa.

“Dapat diyakini dari awal terdakwa telah mengetahui tabligh akbar di Makasar berkaitan dengan kelompok ISIS di Suriah apalagi sebelumnya terdakwa pada 6 Juli 2014 di UIN Syarifhidayatullah, Tangerang telah mengikuti kegiatan pemberian dukungan kepada ISIS serta sumpah setia kepada amir atau pimpinan ISIS yaitu Abubakar Al Baghdadi,” beber jaksa.

Sebelumnya jaksa mengatakan bahwa paham radikalisme yang merupakan bibit tindak terorisme dapat diikuti siapa saja. Hal ini menjawab nota pembelaan kuasa hukum terdakwa kasus dugaan tindak terorisme Munarman.

Jaksa menilai penggambaran kuasa hukum atas Munarman yang disebut sebagai aktivis hukum dan HAM serta aktivis yang menempuh jalur legal konstitusional tidak menjamin terhindar dari virus radikakisme.

Dapat dikatakan bahwa virus radikalisme dapat menyasar siapa saja,” ujar jaksa.

Jaksa menjelaskan paparan radikalisme telah menyusup kaum intelektual saat ini. Jaksa menilai orang yang terpapar paham radikalisme lantaran lemah akhlak dan budi pekerti karena selalu membenturkan segala sesuatu seperti agama dengan ekonomi, budaya, politik dan Pancasila. ( M.Robi )