Pekalongan –  Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Komjen. Pol. Dr. Boy Rafli Amar, M.H., bersilaturahmi dengan Habib Luthfi bin Yahya sekaligus  menghadiri acara maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H di Desa Poncol, Pekalongan, Jawa Tengah Pada Minggu (14/11).

Kehadiran Kepala BNPT di kegiatan tersebut merupakan wujud sinergi yang baik antara umara dan ulama dalam rangka pembangunan umat dan bangsa Indonesia terutama terkait misi dakwah mengisi ruang sosial media dengan konten kebaikan. Sebagai lembaga yang menjalankan fungsi pencegahan terorisme, BNPT melibatkan ulama dalam rangka mereduksi penyebaran paham radikal yang rentan menyasar generasi muda.

“Media sosial yang mayoritas digunakan oleh generasi milenial atau generasi Z, harus diisi dengan dakwah kebaikan bahwa kita, umat Islam, adalah umat washathiyah (moderat) yang menyadari keteladanan di tengah umat lainnya,” jelas Kepala BNPT.

Lebih lanjut, Boy Rafli menyampaikan bahwa media sosial kerap menjadi sarana untuk melakukan sejumlah propaganda yang membuat aksi radikal dan terorisme seolah-olah benar baik dalam skala nasional maupun internasional. Hal ini harus diwaspadai oleh semua pihak.”Kita harus mengajak kepada para generasi muda untuk jangan mudah menerima ajakan-ajakan tentang ilmu yang menyesatkan, yang mengadu domba dan memecah belah bangsa kita”, tutur jenderal polisi bintang tiga ini.

Boy Rafli juga mengajak seluruh komponen masyarakat, baik ulama maupun umara untuk berlomba-lomba mencari kebaikan dalam merawat kemerdekaan bangsa Indonesia yang telah didapatkan melalui jasa para pahlawan, termasuk jasa para alim ulama. Dalam kunjunganya ke Pekalongan, Kepala BNPT turut didampingi oleh Deputi Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT, Irjen Pol Ibnu Suhaendra, S.I.K, beserta pejabat BNPT lainnya. (rendi)