5 Organisai Teroris Paling Kejam Di Dunia

Organisasi Teroris Paling Kejam Di Dunia
Organisasi Teroris Paling Kejam Di Dunia

Jakarta – Terorisme menjadi hal yang tak asing lagi di seluruh dunia. Tindakan kekerasan yang banyak merenggut nyawa manusia ini didasari kepercayaan radikal dan ideologi yang ekstrem.

Terorisme mulai berkembang sekitar tahun 1790-an, tepatnya pada revolusi Prancis. Berbagai kelompok terorime memberikan banyak kekacauan di berbagai belahan dunia. Mereka memberikan ketakutan kepada pihak yang akan menjadi sasarannya. Berikut ini kelompok teroris paling berbahaya di dunia:

1. ISIS Negara Islam di Suriah dan Irak (ISIS) didirikan oleh Abu Bark al-Baghdadi. ISIS memiliki wilayah kekuasaan di Irak dan Suriah.

ISIS juga dikenal dengan nama Negara Islam di Suriah dan Levant (ISIL), Negara Islam (IS), atau Daesh. Kelompok ini banyak melakukan serangan lewat aksi pengeboman atau ledakan, namun mereka juga tak jarang melakukan penyanderaan dan pembunuhan.

Pada tahun 2017, ISIS telah menyebabkan 4.350 kematian di dunia, karena itu ISIS masuk ke dalam kategori teroris paling mematikan oleh Forbes 2018.

Di tempat asalnya yakni Suriah dan Irak, kelompok mereka sudah banyak yang dikalahkan. Namun, mereka tetap melancarkan serangan teror. Selain itu, mereka juga telah memberikan pengaruh kepada individu dan kelompok yang berafiliasi untuk melakukan serangan lain di Timur Tengah, Eropa, dan Asia.

2. Boko Haram Boko Haram merupakan organisasi yang memaksakan bentuk keras dari hukum Islam di Nigeria. Memiliki nama lain Jama’tu Ahlis Sunna Lidda’wati wal-Jihad, mereka menganggap pendidikan barat adalah suatu dosa.

Kelompok ini memberi larangan umat muslim untuk terlibat dan mengikuti kegiatan yang berhubungan dengan masyarakat barat. Seperti mengikuti pemilu, memakai kemeja dan celana panjang, serta menerima pendidikan sekuler.

Selain itu, pada tahun 2014 kelompok ini pernah menjadi teroris paling mematikan nomor satu di dunia. Pada 2017 kelompok terorisme ini mulai terpecah menjadi faksi yang berbeda. Faksi terbesarnya adalah Negara Islam Provinsi Afrika Barat (ISWAP).

Sebagian serangannya dilakukan di Nigeria, terutama di negara bagian Borno. Serangan tersebut berupa penyanderaan massal serta memperalat anak-anak dan wanita sebagai pelaku bom bunuh diri.

3. Taliban Taliban awalnya didirikan Mullah Mohammed Omar pada tahun 1994. Taliban memiliki tujuan untuk membuat negara Islam di Afghanistan.

Pada tahun 1996 sampai dengan tahun 2001, mereka memberlakukan hukum syariah yang ketat di Afghanistan. Hingga kelompok ini digulingkan oleh aksi militer Amerika Serikat setelah serangan 11 September 2001.

Bulan Desember 2015, kelompok Taliban kembali didirikan di Pakistan dengan nama Tehreek-e Taliban Pakistan (TTP). Kelompok ini menyerang Army Public School yang terletak di utara-barat kota Peshawar, Pakistan.

Mereka melakukan kekerasan dengan membantai 148 orang, yang 132 orang di antaranya adalah anak-anak. Kelompok ini juga melakukan penembakan pada pemenang Nobel Perdamaian Malala Yousafzai.

Pada tahun 2017, Taliban berhasil menguasai sekitar 11 persen negara dan memperebutkan 29 persen dari distrik 398 distrik di Afghanistan. Mereka juga berada di balik 699 serangan yang menyebabkan 3.571 kematian. Pada 2021, Taliban mampu menguasai Afghanistan.

4. Al-Qaeda Organisasi yang dipimpin oleh Osama bin Laden ini didirikan pada tahun 1988. Al-Qaeda merupakan kelompok yang melakukan serangan terhadap WTC di Amerika Serikat pada 11 September 2001.

Kelompok ini memiliki sekitar 30.000 misili di 17 negara di Timur Tengah dan Afrika. Setelah Osama bin Laden wafat pada tahun 2011, kelompok ini dipimpin oleh Ayman Al-Zawahiri yang berasal dari Mesir.

5. MIT Awalnya, Ali memimpin kelompok MIT bersama Basri. Namun, setelah Basri ditangkap, Ali Kalora dijadikan sebagai target utama dari Operasi Tinombala.

Sebelum menjadi pimpinan MIT, Ali Kalora merupakan salah satu pengikut senior Santoso di kelompok MIT. Faktor kedekatannya dengan Santoso dan kemampuannya dalam mengenal medan gerilya membuat ia diangkat menjadi pemimpin MIT.

Ali disebutkan memiliki keahlian merakit bom. Dalam beberapa kali baku tembak, anggota Satuan Tugas Madago Raya menemukan bom lontong di lokasi baku tembak. Sejumlah bom lontong diledakkan Satgas Madago Raya, beberapa waktu lalu.

Ali Kalora, pemimpin kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) tewas dalam baku tembak antara Satuan Tugas Mandago Raya dan kelompok tersebut di Pegunungan Desa Astina, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu (18/9/2021).

Selain Ali Kalora, salah satu anggota kelompok tersebut, Jaka Ramadhan, juga dikabarkan tewas dalam baku tembak yang berlangsung pada pukul 17.20 Wita. Mengutip Tribunnews, lokasi penembakan Ali Kalora berada kurang lebih sekira 5 km dari TKP Buana Sari, lokasi tewasnya anggota MIT Poso bernama Abu Alim.

Di TKP, aparat menemukan barang bukti berupa satu pucuk senjata api laras panjang jenis M16, satu bom tarik, 1 bom bakar dan sejumlah perlengkapan lainnya. ( Fikri )