19 Tahun Bom JW Marriott Diperingati, Terorisme Tak Pantas Terjadi di Indonesia

0
57
Bersamaan dengan peringatan ini juga diluncurkan buku The Power of Forgiveness Memoar Korban Bom JW Marriott yang ditulis oleh Toni Sumarno yang merupakan salah satu korban bom JW Marriott 2003.
Bersamaan dengan peringatan ini juga diluncurkan buku The Power of Forgiveness Memoar Korban Bom JW Marriott yang ditulis oleh Toni Sumarno yang merupakan salah satu korban bom JW Marriott 2003.

JAKARTA – Komjen Pol Dr Boy Rafli Amar MH, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menghadiri HUT ke-19 bom JW Marriott pada Jumat (8 Mei 2022). Tragedi 5 Agustus 2003 menewaskan 14 orang dan melukai 156 orang.

Boy Rafli mengatakan, tragedi bom JW Marriott ini sebagai pengingat akan bahaya dan ancaman terorisme, serta menjadi pendorong bagi seluruh masyarakat agar aksi teror tidak lagi terjadi di Indonesia dan dunia. “Peristiwa seperti itu tidak boleh terjadi lagi. Mari bergandeng tangan dalam melawan segala bentuk kekerasan, kita semua harus mengumandangkan, peristiwa ini tidak layak terjadi di Indonesia dan seluruh dunia,” ujar Boy Rafli.

Dalam upaya pencegahan aksi terorisme dan ide-ide yang melatarbelakanginya, BNPT bersama unsur pemerintah dan masyarakat melakukan kesiapsiagaan nasional, kontra radikalisasi dan deradikalisasi. BNPT juga telah menyelenggarakan forum yang mempertemukan antara korban/penyintas dengan mitra deradikalisasi yang menurut Boy Rafli menjadi katalisator pemulihan dan reintegrasi sosial keduabelah pihak.

“BNPT terus mempromosikan dan melakukan national resilience dari pengaruh ide teror yg berbasis kekerasan yang tidak bisa dilakukan secara parsial, harus dilakukan dengan cara komprehensif dengan pendekatan soft dan hard,” jelasnya.

Senada dengan Kepala BNPT, Kepala Kantor Kepresidenan (KSP), Dr. Moeldoko, mengatakan aksi terorisme yang terjadi di JW Marriott tidak boleh terjadi lagi. Pemerintah serius menangani terorisme dari hulu hingga hilir melalui pelibatan anggota masyarakat.

“Dalam menyikapi terorisme pemerintah tidak tinggal diam, pemerintah telah mengadopsi whole government untuk melawan terorisme dari hulu ke hilir, kita menggandeng masyarakat, karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri,” katanya. ( RBY )