11 Militan Gerilyawan Tewas di Minggu Pertama 2022

Srinagar – Sebelas militan ditembak mati dalam operasi satu malam di Jammu dan Kashmir yang dikelola India. Dalam sepekan pertama tahun 2022, pasukan India menembak mati 11 militan di wilayah Himalaya

Polisi pada Jumat (7/1/2022) mengatakan, tiga gerilyawan yang tewas merupakan anggota kelompok militan Jaish-e-Mohammad (JeM). Mereka ditembak mati dalam sebuah operasi di Chadoora, sebuah kota di distrik Budgam tengah.

Salah satu gerilyawan yang tewas diidentifikasi sebagai Waseem, penduduk ibu kota Srinagar. Tiga senapan serbu dan bahan lainnya ditemukan dari ketiganya. 

Sebelumnya pada Rabu (5/1/2022), polisi mengklaim telah membunuh tiga gerilyawan JeM di distrik Pulwama selatan, salah satu dari empat daerah di Kashmir di garis depan gelombang militansi baru dan intensif selama dekade terakhir.

Itu terjadi sehari setelah dua militan Front Perlawanan (TRF) yang merupakan pemuda Kashmir, ditembak mati oleh pasukan India di distrik tetangga Kulgam.

Pihak berwenang India percaya TRF merupakan front lain untuk Lashkar-e-Taiba yang berbasis di Pakistan. Pada 3 Januari, dua militan – salah satunya warga negara Pakistan – ditembak mati di dua tempat terpisah di Srinagar.

Polisi menuduh warga negara Pakistan itu terlibat dalam serangan fatal terhadap dua polisi di distrik Bandipora utara pada bulan Desember. Militan ke-11 yang dibunuh oleh pasukan India tahun ini merupakan pria tak dikenal yang ditembak mati dalam sebuah operasi di distrik perbatasan utara Kupwara pada 1 Januari.

Kepala polisi Kumar kepada harian Greater Kashmir pekan lalu mengatakan, pasukan keamanan India membunuh 168 gerilyawan. Sebanyak 19 di antaranya warga negara asing. Semua ditembak mati di Jammu dan Kashmir yang dikelola India pada 2021. “Sebanyak 34 warga sipil dan 29 personel keamanan, termasuk polisi, tentara, dan tentara paramiliter, juga tewas di wilayah itu tahun lalu,” katanya. ( Fikri )